Panitia Pilkades, Resmi Laporkan Oknum Dewan Ke BK

Sumenep, Suara Indonesia-News.Com – Aqis Jasuli, warga Desa Kombang, Kecamatan Talango, Sumenep, yang tercat sebagai anggota DPRD Sumenep resmi dilaporkan oleh panitia pemilihan kepala desa (Pilkades) Desa Poteran, Kecamatan Talango pada Badan Kehormatan (BK), dan Komisi A DPRD Sumenep, Rabu (10/12/2014).

“Pada Kamis (4/12/2014) kemarin, kami sudah melaporkan oknum dewan pada Ketua DPRD Sumenep secara lisan, tapi sekarang kami datang lagi untuk melaporkan yang bersangkutan kepada BK dan Komisi A secara tertulis, agar yang bersangkutan diproses sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Syaiful Hidayat, Ketua BPD Desa Poteran, Kecamatan Talango, Sumenep.

Aqis Jasuli, politis dari partai Nasdem itu dinilai ikut cawe-cawe pelaksanaan Pilkades di Desa Poteran, bahkan sempat membikin onar dan mengeluarkan 8 orang saksi dari calon kepala desa (cakades) nomor urut 2. Bahkan pada proses tahapan pemilihan kepala desa, anggota Dewan ini sempat masuk paksa ke tempat penghitungan suara ( TPS ) dan meminta panitia menghentikan proses penghitungan prolehan suara, yang sudah tinggal tiga kotak suara.

Akibatnya, proses penghitungan prolehan suara pilkades di Desa Poteran kisruh dan dihentikan oleh panitia. Penghitungan perolehan suara masing-masing calon kepala desa (cakades), baru bisa dilanjutkan dua hari kemudian di Aula Pemkab Sumenep.

“Padahal ia bukan warga desa kami, tapi malah dengan angkuhannya menghalang-halangi proses pilkades di desa kami yang berjalan baik dan aman. Sungguh ini melukai hati kami sebagai putra daerah desa,’’ terang Ahmadi (40), Ketua panitia pilkades Desa Poteran.

Sementara H. Ruqi Abdullah, Ketua Badan Kehormatan DPRD Sumenep, mengaku sudah menerima laporan oknum anggota dewan, yang cawe-cawe terhadap pelaksanaan pilkades di Desa Poteran, Talango. Dan pihaknya akan memanggil ketua panitia pilkades dan BPD desa setempat untuk dimintai klarivikasi, selanjutnya pihaknya akan memanggil oknum anggota terkait kebenaran laporan tersebut.

“Laporan panitia pilkades dan BPD Desa Poteran sudah kami terima, dan dalam waktu dekat kami akan memanggil pelapor dan juga terlapor untuk dimintai klarivikasi,” akunya.

Disinggung mengenai sanksi yang akan diberikan pada oknum anggota dewan jika terbukti berbuat onar saat pelaksanaan pilkades, pihaknya mengaku masih akan menyelidiki terlebih dahulu akar masalahnya. Setelah permasalahannya jelas pihaknya akan menjatuhkan sanksi, namun ia menolak menyebutkan sanksi yang akan diberikan pada oknum anggota dewan tersebut. (dien/zai).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here