Paguyuban Sopir Angkot Demo Kantor Walikota, Minta Bentor Ditindak Tegas

PROBOLINGGO, SUARA INDONESIA-NEWS.COM – Paguyuban sopir angkutan kota (angkot) se Kota Probolinggo Rabu pagi (17/12) melakukan aksi demo mogok kerja tidak mengoperasikan mobil angkotnya disepanjang jalan pahlawan.

Mobil angkotnya Rabu diparkir disepanjang jalan pahlawan dan meminta kepada Pemerintah Kota untuk melakukan penertiban terhadap keberadaan Becak Motor (Bentor) juga motor gerobak yang selama ini keberdaannya dianggap merugikan pendapatan sopir angkot.

Salah seorang sopir angkot yang enggan disebut namanya mengatakan, bentor bisa dioperasikan mencari penumpang dimana saja dan kapan saja, tidak ada uji kir dan jalur trayek. Sedang Mobil Angkot dikenakan uji kir dan dalam mencari penumpang sesuai dengan jalur trayek.

Dengan keberadaan bentor selama ini membuat pendapatan sopir angkot menurun drastis tidak mencukupi untuk setoran, ucapnya.

Setelah beberapa jam para sopir angkot melakukan aksi demo dijalan Pahlawan, kemudian para sopir angkot beserta mobil angkotnya bergerak menuju Kantor Walikota Probolinggo, mereka meminta agar Walikota segera menertibkan Bentor dan melakukan tindakan tegas .

Kedatangan  mereka dihalaman Kantor Walikota diterima oleh Asisten Pemerintahan Drs EC. Sunardi, kepada para sopir angkot Drs. EC Sunardi mengatakan tuntutan mereka akan ditindak lanjuti dengan member tindakan tilang kepada pemilik Bentor yang mengoperasikan bentornya dijalan umum, dan Sunardi berjanji akan segera melakukan rapat Forum LLAJ juga ke FKPD.

Terkait degan aksi demo paguyuban sopir angkot tersebut,  Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Pemkot Probolinggo Moh Ikhsan saat dikonfirmasi suara indonesia-news.com mengatakan, menggaris bawahi apa yang pernah disampaikan oleh Pimpinan saat pertemuan dengan Forum Lalu Lintas beberapa waktu lalu, bahwa Bentor secara bertahapakan dilakukan penertiban oleh Dishub dan Sat Lantas.

“Dalam waktu dekat akan dilakukan forum koordinasi Forum Lalulintas, karena masalah Bentor ini harus dilakukan tindakan yang hati-hati, karena tidak hanya permasalahan pelanggaran Lalu Lintas saja, tetapi lebih komplek terkait dengan masalah pencarian sandang pangan,” ujarnya.

Moh Ikhsan lebih lanjut mengatakan, dalam hal ini Pemkot masih mencari strategi dan mencari solusi permasalahan bentor. Apa bentor ini akan dikembalikan kepada becak tradisional lagi (becak kayuh), permasalahan ini akan dilakukan koordinasi dengan Forum Lalu Lintas. Dan sementara tuntutan paguyuban sopir angkot yang minta agar Pemerintah melakukan eksen tetap diperhatikan , ungkapnya. (Singgih)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here