Pabrik Oli Ilegal Ludes Dilalap Si Jago Merah

Suasana Saat Petugas Pemadam Kebakaran berusaha Memadamkan Api

Malang, Suara Indonesia-News.Com – Pabrik oli bekas tak berizin mengalami kebakaran dikarenakan meluapnya oli  melebihi kapasitas tungku saat proses penyulingan di Dusun Kebobang, Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Selasa (25/11) siang.

Pegawai, Riyadi (35) warga asal Slorok mengatakan, kebakaran terjadi pukul 11 siang, pada saat ia tengah menyuling oli bekas menjadi oli baru,

” saya tidak tahu besaran kapasitas tungku berapa, tadi saya isi 5 drum ternyata ditengah proses pembakaran meluap ke bawah, sehingga terkena batu bara dan kebakaran tak bisa dihindari. Melihat hal itu saya pun langsung lari, karena takut kesamber. Padahal kemarin kami mencoba 3 drum untuk dimasukkan ke dalam tungku tak masalah,” ujarnya, di tengah proses pemadaman oleh Unit Pemadaman Kebakaran Pemkab Malang.

Ia pun mengaku, baru masuk kerja 2 hari ini, diajak oleh temannya. Jadi ia tak tahu siapa pemilik pengelolahan oli bekas tersebut.

Sementara itu, Yudi selaku Kasun setempat mengungkapkan, bahwa tidak ada pemberitahuan sebelumnya untuk kembalinya operasi pabrik oli bekas tersebut,

” sekitar setahun yang lalu memang sempat pabrik ini beroperasi, namun ditentang oleh masyarakat sekitar karena bau asap hitam menyengat seperti kampas motor terbakar yang diakibat saat proses penyulingan. Namun akhirnya pemilik pabrik sebelumnya, berkomitmen untuk memenuhi keinginan warga, tetapi tidak bisa akhirnya tutup. Tapi entah 2 hari ini beroperasi lagi dan katanya sudah ganti pemilik, itu pun tak ada pemberitahuan. Saya kira orang-orang itu datang dengan membawa kendaraan besar mau ambil barang-barangnya, ternyata beroperasi lagi,” paparnya.

Dari kejadian ini, lanjut Yudi, pihak berwenang harus bertindak dan menyegel pabrik itu, supaya tak beroperasi lagi. Karena masyarakat merasa terganggu dengan kehadiran pabrik tersebut.

AKP Afan Junaidi, Kapolsek Wonosari masih belum tahu mengenai izin usahanya seperti apa, ia pun akan meminta keterangan sejumlah saksi, dan pemilik usaha untuk dimintai SOP.

Kerugian pun belum bisa ditaksir dalam hal ini, karena pemiliknya tak ada ditempat. (Jk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here