Nelayan di Buton Ditemukan Tak Bernyawa Didalam Perahu

Reporter : La Ode Ali

Buton, Kamis (29/12/2016), suaraindonesia-news.com –  La Aliamu (34) seorang nelayan warga Dusun Wakole, Desa Matawia, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) ditemukan tak bernyawa di Perairan Desa Sampuabalo, Kecamatan Siotapina sekitar Pukul 14.00, Kamis (29/12/2016).

Menurut  seorang warga Sampuabalo, La Ode Doma, dirinya mengetahui adanya penemuan mayat tersebut dari La Ode Daru yang juga merupakan warga Sampuabalo disaat La Ode Daru hendak pulang dari memancing sekitar Pukul 14.00 Wita.

“Ada yang pulang dari laut, mereka bilang ada mayat,saya tanya kenapa tidak tonda dia, mereka bilang takut,” tutur La Ode Doma.

Mengetahui hal itu, lanjut La Ode Doma, dirinya langsung menghubungi salah satu keluarganya di Desa Manuru, Siotapina untuk memberitahukan bahwa ada mayat yang ditemukan di Perairan Sampuabalo.

“Sehingga saya hubungi sepupu saya di Manuru, jangan sampe ada nelayan disana yang belum pulang dari melaut, tapi katanya tidak ada,” ujarnya.

Setelah dirinya memastikan bahwa korban bukan dari warga Manuru, La Ode Doma langsung menghubungi adiknya di Desa Matawia dengan memberikan informasi yang sama.Mendengar informasi itu,istri korban menduga bahwa mayat tersebut adalah suaminya karena  sejak pergi memancing, Rabu Sore (28/12/2016) juga belum pulang.

“Pas kita dengar itu, saya dan masyarakat Sampuabalo lainnya langsung pergi ditempat mayat itu ditemukan dengan menggunakan dua buah bodi,dan langsung kita antar disini, kita ru tiba ini jam setengah lima ini,” katanya menceritakan.

“Ditemukan dari bibir pantai sekitar 2 mil,karena lihat jumbo terapung, korbannya sudah penuh dengan air,” pungkasnya.

Amatan media ini, saat Korban tiba dirumah duka di Desa Matawia sekitar Pukul 16.30 Wita, keluarga korban dan masyarakat setempat terlihat histeris menyaksikan kondisi korban yang sudah tidak bernyawa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here