Museum Multatuli Lebak Sedot Perhatian Pengunjung

Salah satu pengunjung museum Multatuli Lebak asal Rangkasbitung Nengsih, saat sedang berfoto bersama anaknya

LEBAK, Sabtu (17/2/2018) suaraindonesia-news.com – Semenjak di resmikan oleh Bupati Lebak Hj. Iti Octavia Jayabaya pada Ahad 11 Februari 2018 dan disaksikan oleh mantan Bupati Lebak H. Mulyadi Jayabaya, Museum Multatuli menyedot banyak perhatian pengunjung.

Museum Multatuli Lebak tersebut terletak di jalan Rm Nata Atmaja tepatnya di samping Alun alun kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak Provinsi Banten, dan dibuka untuk umum, Selasa – Minggu buka kecuali hari Senin tutup.

Salah satu pengunjung Museum Multatuli Lebak asal Rangkasbitung, Nengsih Mengatakan ia datang ingin tau secara langsung tentang sejarah kabupaten Lebak.

Ia mengaku setelah dirinya melihat-lihat kedalam museum Multatuli Lebak, sangat kagum dan senang.

“Setelah saya masuk kedalam saya sangat tertarik karena banyak sekali sejarah di kabupaten Lebak,” Kata Nengsih kepada awak media. Sabtu (17/2).

Nengsih pun tidak menyia nyoakan kesempatan tempat sejarah kabupaten Lebak itu, dengan berfoto (Selfi, red ) didalam Museum Multatuli.

Baca Juga: Tertimpa Pohon Besar, Satu Rumah Warga Muncang Kopong Rusak Parah 

Ditempat yang sama Kepala Seksi Cagar Budaya dan Museum, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak Ubaidilah Muchtar mengatakan, ada tujuh ruangan dan mengusung empat tema. Ruangan pertama merupakan ruangan selamat datang dengan disambut foto ukiran Eduard Douwes Dekker yang dibuat dari kaca, ruang kedua dan ketiga sejarah masuknya kolonialisme ke Indonesia, ruang keempat mengusung tema multatuli dan karyanya, ruang kelima dan keenam Banten dan Lebak, dan yang terakhir ruang ketujuh dengan tema Rangkasbitung dan karyanya.

“Semua ruangan tersebut ada 34 item didalamnya. Sebagian diproduksi oleh kita sendiri, sebagian lagi didatangkan dari Belanda,” Kata Ubaidilah.

Lanjut Ubaidilah, museum ini terbuka untuk umum, agar masyarakat Lebak dapat mengetahui bagaimana sejarah pada zaman penjajahan oleh kolonialisme.

“Alhamdulillah kunjungan ke Museum Multatuli hari pertama sebanyak 100 orang pengunjung dan di hari kedua sebanyak 150 orang pengunjung, berarti setiap hariny rata rata naik 50 orang pengunjung,” terang Ubaidilah.

Untuk hari ini, kata Ubaidilah, tepatnya di hari Sabtu, banyak sekali warga yang datang ke Museum Multatuli Lebak yang ingin ber Selfi. Tukasnya. (berfoto, red).

Reporter : Kohar
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here