MUI Soroti Sate Buaya Di Predator Fun Park

Pertemuan MUI, FKUB bersama perwira Polres Batu di Mapolres Batu

Reporter : Adi Wiyono

Kota  Batu, Suara Indonesia-News.Com – Majelis Ulama  Indonesia (MUI) Kota Batu  menyoroti sajian makanan  sate buaya, rawon buaya dan menu lainnya yang berasal dari daging buaya  yang disajikan kepada masyarakat umum di taman wisata Predator Fun Park (PFP)  Tlekung Junrejo kota Batu,  karena  keberadaannya banyak merugikan umat Islam

Dalam pertemuan  dengan  para perwira Polres Batu, MUI kota Batu dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kota Batu, Jumat (4/3/2016) diruang Rupatama Mapolres Batu, Ketua MUI kota Batu, KH Nur Yasin  menyampaikan  bahwa  sate buaya  yang diperjual belikan ditaman wisata PFP  untuk pengunjung  dan masyarakat umum  itu adalah haram untuk dimakan bagi umat islam.

“Karena kota Batu Mayoritas Umat islam,  Tugas kami  dalam hal ini  untuk memperjelas makanan  mana yang haram dan mana yang halal, dan  layak dikonsumsi masyarakat,” kata dia.

Dia mengatakan sebagian besar ulama  bahwa  buaya itu haram hukumnya untuk dimakan karena diketahui bersama bahwa buaya adalah binatang bertaring dan ia memangsa buruannya dengan taringnya. Dan Inilah yang menyebabkan daging buaya itu haram .

Oleh sebab itu kata dia, pihaknya akan  melakukan pertemuan dengan para tokoh agama, ulama  untuk melakukan pembahasan makanan  sate buaya, rawon buaya, sop buaya yang dihidangkan  di PFP, hal ini dimaksudkan untuk meperjelas makanan yang dikonsumsi masyarakat tersebut haram atau tidak.

“Dalam waktu dekat ini, kami akan melakukan pertemuan untuk melakukan pembahasan makanan sate buaya yang dihidangkan di PFP dan selanjutnya setelah hasil final pihaknya akan  mengeluarkan fatwa, dan berikutnya akan mengeluarkan rekomendasi yang diberikan  kepada pemkot Batu,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here