Momentum Hari Pahlawan, Kapak Diskusi Kebangsaan

Diskusi Kapak

Pamekasan, Suara Indonesia-News.Com – Momentum Peringatan hari Pahlawan menjadi perhatian dari kelompok yang bernamakan Kesatuan Aksi Pemuda Anti Korupsi (Kapak). Kapak, memperingati momentum tersebut dengan mengadakan Diskusi kecil di Taman Makam Pahlawan Pamekasan.

Maimun Ra’is selaku Ketua Kapak menjelaskan, peringatan hari Pahlawan ini merupakan hari besar untuk bangsa Indonesia. Dikarenakan, 10 November merupakan hari dimana bangsa Indonesia melakukan perlawanan kepada penjajah yang ingin ‘kembali’ ke Indonesia.

“Kita menggagas diskusi kecil seperti ini agar bagaimana kawan-kawan mahasiswa menjadi Pribadi yang lebih bijak menyikapi persoalan kebangsaan.” Ujar maimun.

Ia menambahkan, Ini cara kita menjawab rasa ketidak percayaan masyarakat, bahwa masih ada pemuda yang peduli akan persoalan sosial.Tambahnya

Maimun berharap agar bagaimana momentum hari pahlawan tidak hanya menjadi ajang seremonial saja. Pemuda Indonesia harus mengambil sikap untuk refleksi diri agar lebih peka terhadap kondisi sosial.

“Jangan hanya mengucapkan melalui Medsos saja. Tapi, bagaimana kita (Pemuda) belajar bagaimana arah perjuangan bangsa. Pejuang bangsa ya adalah Pemuda.” Ujarnya.

Bahkan, alumni STAIN Pamekasan itu mengharap agar pemerintah lebih bijak dalam menyikapi momentum hari Pahlawan.

“Pemerintah kita khususnya Pamekasan seakan apatis akan hari besar. Buktinya, sampai detik ini tidak ada kegiatan-kegiatan yang mampu merangsang Pemuda Pamekasan untuk ikut andil dan berkarya.” Ujarnya.

Sementara, Ahmad Kusnindar salah satu pemerhati sosial Pamekasan yang sekaligus menjadi Pemateri pada diskusi itu mengatakan, dirinya mengapresiasi kegiatan-kegiatan kecil tersebut.

“Ini salah satu bentuk sebagian kecil Pemuda Pamekasan yang mengalami krisi kepercayaan.” Ujarnya.

Pria yang biasa dipanggil dadang ini mengatakan, kegiatan ini menjadi ajang mengolah kepekaan Para Pemuda pamekasan.

“Perlu menjadi perhatian, baik pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat agar pemuda-pemuda ini tetap dalam bingkai akademis yang Progresif.” Ujar Dadang.

Dadangpun mengatakan, kebiasaan kegiatan diskusi kecil adalah cara paling efektif untuk menciptakan Kader nasionalis dan Patriotisme. (Addarori Ibnu Wardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here