Meski Anggaran Minim, Dipastikan Mamasa Ikut Bertarung Di Porprov III Sulbar

MAMASA, Sabtu (03/11/2018) Suaraindonesia-news.com–Setelah dikabarkan bahwa Kabupaten Mamasa akan absen dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) III Sulawesi Barat yang akan digelar di Kabupaten Majene pada 12 November 2018 mendatang, akhirnya Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) cabang Mamasa menyatakan sikap.

Dalam pernyataan sikapnya yang disampaikan oleh sekretaris KONI Cabang Mamasa Yusak mengatakan, pihaknya akan tetap memberangkatkan 8 (delapan) Cabang Olahraga (Cabor) perwakilan Kabupaten Mamasa meskipun kondisi dana terbilang sedikit.

Menurut Yusak, upaya KONI dalam memberangkatkan Cabor tersebut tidak lepas dari kerjasama oleh seluruh Kepala Cabang Olahraga yang siap untuk bertarung pada laga Porprov musim ini meskipun dalam kondisi keuangan miris.

“Anggaran yang akan kami gunakan untuk memberangkatkan seluruh Cabor yang sudah siap hanya sebesar 220 juta rupiah, ini jelas tidak cukup namun demi nama baik Kabupaten Mamasa,” terang Yusak di Lapangan Sikamase kota Mamasa. Sabtu (11/3).

Yusak menyebutkan, meskipun pihaknya harus menelan pill pahit, namun melihat antusias dari Cabor yang telah melakukan Traning Center (TC) pihak KONI tidak ingin mematahkan semangat para atlet Kabupaten Mamasa toh itu juga aset Mamasa kedepan. Meskipun tida semua yang telah melakukan TC diberangkatkan lagi-lagi dikarenakan persoalan anggaran yang sangat minim.

“Jadi kami hanya akan memberangkatkan beberapa Cabor saja diantaranya Sepak bola, Sepak takrow, Karate, Tinju, Taekwondo, Tennis meja dan Pasi,” ujarnya.

Ditempat yang sama pelatih karateka Jeni menyampaikan dari awal latihan hingga hari ini untuk persiapan Porprov III Sulbar pihaknya tetap siap dalam mengikuti laga di Porprov yang akan digelar di Majene itu, demi tidak mengecewakan para atlet Karate.

“Berapapun anggaran yang diberikan Koni kamai siap berangkat, kami tidak akan kecewakan atlik yang sudah latihan beberapa bulan terakhir ini,” terang Jeni

Selain itu pelatih tinju David mengatakan, untuk meminimalisirkan dana yang ada pihaknya hanya menurunkan tiga atlet Tinju saja yang seharusnya berjumlah enam orang namun dengan keterbatasan anggaran yang diberikan KONI, maka tidak semua atlit Tinju diberangkatkan.

“Untuk tinju pada musim ini kami targetkan 1 Emas dan 2 perunggu, karena dua anggota yang kami turunkan baru pemula, kalau yang satu kami yakin mendapat Emas,” kata David.

Sementara Bupati Mamasa H. Ramlan Badawi saat ditemui di Rumah jabatannya menyampaikan, dengan minimnya anggaran yang dikelola Pemerintah Daerah (Pemda) Mmaasa pada tahun 2018 ini membuat pengalokasian anggaran Porprov III Sulbar sangat minim.

Dimana tahun ini adalah musim politik yaitu Pilkada membuat keuangan Mamasa sangat terkuras, selain tahun politik menurutnya juga bencana yang terjadi dimana-mana diantaranya Banjir bandang di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, dan juga Tsunami yang terjadi di daerah Sulawesi Tengah dalam hal ini Pemda Mamasa tidak pernah absen untuk berkontribusi.

“Inilah diantaranya yang membuat keuangan Mamasa menipis sehingga tidak maksimal untuk di berikan ke Porda tahun ini,” jelas Ramlan.

Ia menyebutkan anggaran yang dikucurkan Pemda terhadap kegiatan tersebut hanya Rp 600 juta, namun itu suda hasil kordinasi dengan pihak pengurus KONI Cabang Mamasa bahwa dana yang ada dimaksimalkan saja.

“Dari awal kami suda sampaikan bahwa dengan anggaran yang ada silahkan dikondisikan untuk memberangkatkan cabor yang pesertanya tidak terlalu banyak karena mengingat dana yang tidak memungkinkan,” pungkasnya.

Reporter : Bung Wahyu
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here