Merasa Dipersulit, Warga Keluhkan Jeleknya Pelayanan BPRS

Reporter : Nora/Luluk

Sampang, Sabtu 22/10/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Pelayanan PT Bakti Artha Sejahtera Sampang salah satu bank milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sampang dikeluhkan warga.

Pasalnya, pelayanan untuk peminjaman modal bagi warga biasa tampak sulit. Sedangkan untuk kalangan yang sudah mempunyai kedekatan dengan oknum di dalam lingkungan internal konon lebih mudah.

“Kalau warga biasa itu sulit pinjam ke bank BPRS, tapi seperti kontraktor, itu mudah kalau pinjam di sana,” ucap Usman (35), warga Desa Torjun, Kecamatan Torjun, kepada awak media, kemarin.

Selain kemudahan itu di karenakan ada kedekatan dengan oknum internal, alasan dipermudahkannya peminjaman bagi kontraktor karena bunganya cukup besar, sehingga perputaran uang di bank itu bisa menguntungkan.

“Perputaran uang bank BPRS seharusnya untuk mensejahterahkan masyarakat Sampang,” paparnya.

Tidak hanya itu, Usman mengaku, bunga pinjaman yang ada di BPRS seperti mencekik bagi warga miskin. Sebab rata-rata standar bunga pinjaman, setaunya lebih besar dari ketetapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berkisar antara 4,48 – 6,25 persen.

“Saya kurang tau persis berapa bunga bank di sana, yang jelas mencekik warga miskin jika dibandingkan bank lainnya,” tudingnya.

Terpisah, menurut Heru Kepala Bagian (Kabag) pemasaran menjelaskan, pelayanan dan kinerja BPRS tidak membedakan semua kalangan, baik warga biasa maupun golongan tidak terkecuali pada kontraktor. Pihaknya mengaku bahwa penanganan pelayanannya berdasarkan kelengkapan administrasi atau berkas para pemohon yang hendak meminjam modal.

“Dapat diklarifikasi sendiri, pelayanan yang kami berikan itu semuanya sama. Mungkin kontraktor itu lebih lengkap berkasnya ketimbang warga biasa yang tidak pernah melakukan pengajuan peminjaman modal. “Atau warga hanya sekedar tanya berkas kelengkapan untuk syarat pinjam modal, itu mungkin yang dibilang sulit. Kalau berkas sudah lengkap, prosesnya seminggu selesai,” imbuhnya.

Sedangkan terkait bunga pinjaman yang dinilai besar, Heru mengatakan tidak ada ketetapan untuk penentuan bunga pinjaman, tergantung pendapatan dan penanam modal.

“Kita tidak dapat bantuan dari pemerintah pusat seperti Dana KUR. Tapi mengenai bunga, itu semua ada perhitungannya, InasyaAllahan nilai bunganya lebih murah dari bank lain,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here