Menyembelih Hewan Ternak Ruminansia Betina Produktif, Terancam Pidana Penjara 3 Tahun

Camat Paiton, Yasin saat sosialisasi pengendalian pemotongan ternak ruminansia betina produktif.

PROBOLINGGO, Rabu (8/8/2018) suaraindonesia-news.com – Berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2009 jo UU Nomor 41 Tahun 2004 tentang ternak betina produktif, bagi masyarakat yang memotong/menyembelih hewan ternak ruminansia betina produktif bisa kena sanksi pidana.

Bahkan orang yang menyembelih hewan ternak ruminansia betina produktif sesuai yang disebutkan dalam pasal pada UU Nomor 18 Tahun 2009 jo UU Nomor 41 Tahun 2004 tersebut bisa terancam kena sanksi hukuman pidana penjara hingga 3 (tiga) tahun.

Hal tersebut dikatakan oleh Yasin Camat Paiton, Kabupaten Probolinggo, selaku narasumber pada sosialisasi Pengendalian Pemotongan Ternak Ruminansia Betina Produktif yang digelar Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Pemkab Probolinggo, Jawa Timur, bersama Polres setempat.

Sosialisasi tersebut digelar di pendopo Kecamatan Paiton, dengan tema “Stop Pemorongan Ternak Ruminansia Betina Produktif”, yang dihadiri 40 orang yang terdiri dari peternak sapi, pelaku usaha jagal dan kios daging dari Kecamatan Paiton dan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Rabu (8/8/2018).

Dalam sosialisasi itu Yasin memaparkan UU Nomor 18 Tahun 2009 jo UU Nomor 41 Tahun 2004, pasal 18A ayat (4), bahwa setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif.

Dia menegaskan, menurut UU No.18 Tahun 2009 jo UU No.14 Tahun 2014 pasal 86, Setiap orang yang menyembelih : a). Ternak ruminansia kecil betina produktif sebagaimana dimaksud dalam pasal 18 ayat (4) dipidana dengan pidana kurungan paling singkat 1 (satu) bulan dan paling lama 6 (6) bulan, dan denda paling sedikit Rp.1 juta, dan paling banyak Rp.5 juta.

b). Bagi orang yang menyembelih ternak ruminansia besar betina produktif, sesuai yang dimaksud pasal 18 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun, paling lama 3 (tiga) tahun dan atau denda paling sedikit Rp.100 juta, dan paling banyak Rp.300 juta.

Reporter : S. Widjanarko
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here