Menpar RI Launching Jember Fashion Carnaval Ke -16

Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, saat melaunching penyelenggaraan event tahunan Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-16, bertempat di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, kantor Kemenpar RI, di Jakarta, Kamis malam (20/07) pukul 21.00 WIB.

JAKARTA, Jumat (21 Juli 2017) suaraindonesia-news.com – Menteri Pariwisata (Menpar) RI, Arief Yahya, melaunching penyelenggaraan event tahunan Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-16, bertempat di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, kantor Kemenpar RI, di Jakarta, Kamis malam (20/07) pukul 21.00 WIB.

Hadir dalam acara itu, Presiden JFC Dynand Fariz, Bupati Jember dr Hj Faida MMR, Plt Sekkab Jember Ir Mirfano, Kabag Hukum Ratno SH, Kepala Dinas PMPTSP Drs Moch Syafii, Kadisperindag Anas Makruf, Asisten dan staf Humas Pemkab Jember bersama rombongan dari Jember yang sebelumnya mengikuti acara Apkasi Otonomi Ekspo 2017 di Jember Convention Centre (JCC).

Suasana gedung Sapta Pesona kian semarak apalagi dihadiri dua model cantik JFC yakni ; Kezia Warouw, Puteri Indonesia 2016 yang mengenakan National Costume ‘Garuda Unity in Diversity’ atau Bhinneka Tunggal Ika. Baca Juga: Menteri Pariwisata Tetapkan Jember Jadi Kota Karnaval Dunia

Peraih Top-5 National Costume Miss Universe 2017 di Filipina, karya Dynand Fariz, serta Dikna Faradiba, peraih 4 Awards saat memakai kostum karya Dynand Fariz yakni : Best National Costume Miss Tourism International 2016, Miss Glowing Glojas Tourism International 2016, Most Prolific in Social Media, serta Miss Southeast Asia Tourism Ambassador 2016/2017.

talent JFC memeragakan busana rancangannya yang akan diluncurkan di JFC ke-16 di Jember, 9-13 Agustus 2017.
talent JFC memeragakan busana rancangannya yang akan diluncurkan di JFC ke-16 di Jember, 9-13 Agustus 2017.

Dikna masuk top 5 juga dalam Miss Tourism International 2016, di Malaysia 2016.

Menpar Arief, sebelum menabuh gong tanda dilaunchingnya JFC ke-16 sempat memberikan berbagai ilustrasi dan penjelasan bagaimana ke depan agar JFC semakin sustain dan bersaing di era global dengan memperhatikan dua hal penting yakni cultural value dan commercial value.

“Karena bagaimana pun bahwa fashion dan ekonomi kreatif seperti JFC ini sebagai salah satu penyumbang besar dalam pendapatan domestic bruto (PDB) di Indonesia yakni 30 % dari sector ekonomi kreatif bidang fashion dari total 7 % sumbangan terhadap PDB,” jelasnya.

Manpar Arief membenarkan apa yang disampaikan Bupati Jember dr Hj Faida, MMR, karena posisi Pemerintah Kabupaten Jember atau pemerintah pusat harus memberi dorongan kuat, memfasilitasi tumbuhnya ekonomi kreatif seperti JFC ini sehingga memberi dampak besar terhadap peningkatakan ekonomi masyarakat.

“Kita berharap dengan dukungan Pemerintah baik pusat dan daerah saat ini, termasuk dijadikannya Jember sebagai Kota Karnaval, JFC lebih meningkat commercial value nya,” tegas Menpar Arief Yahya.

Dalam launching itu, Presiden JFC Dynand Fariz, mengatakan bahwa JFC hingga pada posisi sekarang ini setelah menempuh perjalanan panjang selama 15 tahun lalu.

“Dari yang semula tidak dihiraukan secara perlahan berhasil merebut hati masyarakat dunia. Segudang prestasi telah diraih,” sambungnya.

Bahkan para talent JFC yang merancang busana busana kreatif berdasarkan inspirasi Indonesia itu telah semakin professional dalam menyelesaikan tugasnya.

“Kami berterima kasih kepada Menteri Pariwisata Arief Yahya, karena pelakanaan event lanjutan JFC kali ini mendapat dukungan besar dari Pemerintah,” imbuh dia.

JFC sebagai karnaval terbesar di Asia, bertekad untuk membawa Indonesia menjadi karnaval nomor satu dunia.

JFC ke -16 yang akan dilangsungkan di Jember pada 9 -13 Agustus 2017 ini akan lebih spektakuler dengan melibatkan peserta dari berbagai Provinsi di Indonesia.

Ada pun teman yang diambil adalah Victory Unity in Diversity yang berarti bahwa kemenangan bangsa Indonesia, kemenangan JFC dalam meraih simpati dunia telah terwujud serta bermakna bahwa kemenangan itu adalah persatuan dalam keberagaman.

“Tunggu prestasi prestasi JFC ke depan. Kita ingin kemenangan itu, kita ingin mengibarkan bendera – bendera Indonesia di pentas dunia. Kalau ditanya apa target selanjutnya JFC, tentu saja JFC harus menjadi karnaval nomor satu di dunia,” ujar Dynand Fariz.

Usai Menpar menabuh gong tanda dilaunhcingnya JFC ke-16 untuk diselenggarakan, sejumlah talent JFC muncul melintas di balik – balik panggung Balairung.

Mengenakan busaha yang akan ditampilkan di JFC ke-16 antara lain Sriwijaya Empire, borneo, dan beberapa busana menarik lainnya dengan rancangan berbasis budaya tanah air. (Guntur/Zai)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here