Mengenang Kembali MoU Helsinki, Elemen Sipil Tamiang Lepas Merpati Putih

Reporter: Rusdi Hanafiah

Aceh Tamiang, 16/08/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Peringatan 11 tahun Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki atau perjanjian damai antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), elemen sipil di Kabupaten Aceh Tamiang yang terkabung dalam Forum Masyarakat Peduli Perdamaian Aceh (FM-PPA), sekira pukul 16.30 WIB, melakukan aksi pelepasan burung merpati putih ke udara, sebagai simbol kebebasan dan perdamaian yang abadi. “Pantauan Wartawan, Senin (15/8/2016).

Selain melakukan aksi pelepasan burung merpati, puluhan pemuda yang terdiri dari Serikat Buruh Muslim Indonesia (SBMI), Komite Peralihan Aceh (KPA) Daerah IV, Remaja Mesjid, dan Mahasiswa/i, membagi-bagikan selebaran berisi tulisan ‘kampanye perdamaian’ beserta bunga mawar putih, juga bendera umbul-umbul perdamaian kepada para pengguna jalan, yang dipusatkan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kawasan Simpang Kelana, Kota Kuala Simpang

Kepada sejumlah wartawan, Koordinator FPMA, Zulkarnain mengatakan perdamaian yang telah terjadi selama 11 tahun di Aceh sudah memberikan kontribusi bagi warga untuk mengembangkan diri terutama dalam bidang perekonomian dan juga ikatan persaudaraan yang selama 30 tahun sebelumnya tercerai berai.

Zulkarnain berharap semoga anugerah perdamaian dari Allah SWT harus terus dijaga dan dipertahankan secara bersama-sama, karena hanya dengan suasana damai segala aspek kehidupan rakyat Aceh dapat dibangun secara utuh.

Oleh karenanya, Zulkarnain mengajak kepada masyarakat, khususnya yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang agar tidak merusak tatanan perdamaian yang saat ini sedang tumbuh dan berkembang di Aceh.

“Perdamaian harus selalu kita rawat agar tidak mudah punah. Untuk itu, para generasi muda Aceh, agar terus melakukan hal-hal yang bersifat positif untuk masa depan Aceh.

Mari kita syukuri nikmat perdamaian Aceh dengan cara meningkatkan kualitas sumber daya kita agar kita memiliki produktifitas kerja, memiliki keterampilan, kreatifitas, disiplin, dan professional serta menguasai teknologi,” pungkas Koordinator FPMA, Zulkarnain yang didampingi Ketua SBMI Kamalruzaman, Sekjend PP Ikram Bahrani, SPd.I, Garda Pemuda Tamiang Helan Yusra, Ketua Gerakan Rakyat Dukung Mualem Farhan, Ketua KPA Daerah IV Ismail Abubakar alias Raja Mesir, dan Komunitas Cantik-Cantik Manis Pendukung Ir. Rusman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here