Mendikbud Tetapkan SMP N 2 Ternate Sebagai Sekolah Percontohan Dan Pengembangan Full Day School

Kepala Sekolah SMP N 2 Kota Ternate Imam Do Idris

Reporter: Ipul

Ternate Malut, Senin (26/12/2016) suaraindonesia-news.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan SMPN 2 Ternate sebagai sekolah percontohan dan pengembangan full day school di Kota Ternate.

Kepala SMP N 2 Ternate, Iman Do Idrus, menyatakan bahwa hal itu sudah ada sejak beberapa bulan lalu melalui rujukan Direktorat SMP kepada Kementerian Pendidikan.

Iman menjelaskan, penetapan tersebut berdasarkan penelitian dan penilaian melalui beberapa tahap. Dan tahap awal, SMP N 2 dinilai sebagai sekolah standar pelayanan minimum sebagaimana dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Di dalam peraturan ini ada 8 standar dengan berbagai macam indikator dan ukuran.

Ia menambahkan, sebelumnya, di tahun 2013 SMP N 2 juga masuk sebagai sekolah kategori standar masional berdasarkan evaluasi dari LPLM.

“Harapan saya adalah ingin menjadikan sekolah ini lebih maju dibandingkan sekolah-sekolah lain, khususnya SMP di Kota Ternate, apalagi sebagai sekolah yang lokasinya berada di pinggiran kota, maka keseriusan proses belajar dan mengajarnya harus melampaui standar minimal,”kata Iman yang dihubungi media suara indonesia-news melalui via telepon beberapa waktu lalu di sela mengikuti rapat koordinasi nasional PGRI di Jakarta.

Dirinya juga berharap agar sekolah yang dipimpinnya memiliki tingkat kualitas pendidikan yang lebih baik dari sekolah yang lain dengan cara meningkatkan kualitas guru.

“Prinsipnya sederhana, guru yang hebat akan menghasilkan siswa-siswi habat,”ujarnya.

Proses realisasinya secara bertahap. Pertama harus mempersiapkan rencana program. Di tahap awal ini akan dilakukan uji coba dan itu menjadi ciri khas program yang dipraktikkan yaitu budaya belajar. Budaya belajar akan didesain menjadi model komunitas masyarakat belajar sekolah di lingkungan sekolah yang akan dikembangkan dan dijalankan oleh guru didalam kelas maupun diluar kelas.

“Jadi kita semua khususnya guru punya waktu 8 jam di sekolah untuk melakukan proses mengajar,”tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here