Meminimalisir Kekerasan Anak Dan Perempuan, Pemkot Batu dan Polres Lakukan Sosialisasi ke Sekolah

Pemkot Batu Dan Polres saat Sosialisasi Ke Sekolah-sekolah

KOTA BATU, Jumat (2/3/2018) suaraindonesia-news.com – Polres Batu dalam dua bulan terakhir ini berhasil mengungkap Lima kasus pelecehan seksual anak dibawah umur di kota Batu, ternyata kberhasilan itu membuat beberapa elemen dimasyarakat, komunitas peduli anak dan perempuan, Polres Batu, Pemkot Batu dan Komisi Perlinduangan Anak Indonesia (KPAI) merasa prihatin.

AKP Supriyanto Humas Polres Batu mengatakan maraknya tindak kekerasan anak dan perempuan ternyata mngundang keprihatinan Polres Batu, pemkot Batu dan komunitas peduli anak dan perempuan.

“Sebagi tindak lanjut Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Golden Tulip Kota Batu, kamis kemarin semua stake holder sepakat untuk meminimalisir terjadinya kekerasan anak dan perempuan yang terjadi di kota Batu,” kata Supriyanto saat ditemui usai sosialisasi pencegahan kekerasan anak dan perempuan, di SMAN 02 Batu, Jumat, (2/3/2018) siang.

Kata dia, dengan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi perlindungan kekerasan terhadap anak dan perempuan, ke sekolah-sekolah di kota Batu, dengan jadwa hari pertama di SMAN 01 Batu dan SMAN 02 Batu.

Dengan pemberian materi tentang pencegahan kekerasan seksual pada anak dan perempuan, selain itu petugas juga memberikan sosialisasi akan bahaya narkoba serta sosialisasi dari Pusat pembelajran keluarga (Puspaga) dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak dan Perempuan Kota Batu.

Sedang Yumei Astutik Psikolog Puspaga kota Batu mengatakan dengan adanya sosialisasi ke sekolah-sekolah itu salah satu tujuannya adalah meminimalisir terjadinya kekerasan anak dan perempuan, seminim mungkin walaupun korbannya hanya satu.

“kita meminimalisir terjadinya kekerasan seksual korban anak dibawah umur, itu kita tekan Seminim mungkin walaupun hanya satu, katakana begitu. Polres Batu, Pemerintahkota Batu dari berbagai devisinya terus gencar melakukan sosialisasi,” jelasnya.

Harapannya tidak ada kekerasan pada anak dan tidak ada kekerasan pada perempuan, kata dia Anak-anak adalah masa depan bangsa. Yang lebih penting persiapkan anak dengan metalnya yang sehat, fisiknya dan lingkungan sosialnya sehat pula.

Untuk itu kepada masyarkat yang memiliki masalah terkait kekerasan perempuan dan anak silahkan konsultasi ke kantor polisi, bila malu datang langsung ke Puspaga.

“kosultasi ke Psiskolog Puspaga tidak dipungut biaya alias Gratis, pemerintah telah memback up seluruh biaya tersebut,” jelasnya.

Menyikapi sosialisasi pencegahan terhadap kekerasan anak dan perempuan disambut baik oleh pihak sekolah. Bintoro Wakil kepala sekolah bidang humas SMAN 02 Batu menyambut baik dengan digelarnya sosialisasi tersebut.

“Dari sekolah sangat berterima kasih sekali dengan program seperti ini, tentunya program ini mem back up program yang ada sebelumnya,” kata Bintoro.

Menurutnya, di sekolah sudah dilakukan sosialisasi tentang narkoba, lalulintas, menghindari kekerasan, tetapi dengan adanya sosialisasi yang dilakukan oleh Pemkot Batu dan Polres Batu, mereka dapat menembah wawasan ,dan pengetahuan.

Kata dia, bimbingan dan konseling (BK) sudah ada tapi fungsi BK adalah memandirikan peserta didik untuk dapat bersikap pada situasi yang dihadapi dalam berbagai dimensi, sekolah fungsinya preventif, peserta didik diharapkan selalu bersikap produktif, tidak hanya menuntut hak tapi mereka harus melakukan kewajiban-kewajiban termasuk dalam lingkungan keluarga.

Reportrer : Adi Wiyono
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here