Memalukan, Video Oknum Pejabat Dispendukcapil Diduga Terima Uang Pelicin Beredar

Oknum pejabat Dispendukcapil Sampang yang di duga terima uang pelicin

Reporter : Nora/Luluk
Sampang, 2/8/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Kelakuan oknum pejabat Dispendukcapil Sampang ini sungguh mencoreng dan memalukan, sebab di duga telah melakukan pelayanan publik dengan uang pelicin untuk memperlancar urusan. Bahkan, kelakuan oknum tersebut terekam camera dan videonya beredar.

Salah satu dugaan yang sering menggunakan uang pelicin yaitu, pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Sampang. Sehingga, pelayanan publik yang kurang baik tersebut, menuai protes dari warga selaku pemohon.

Pasalnya, di dalam kantor Dispendukcapil, ada oknum yang menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) diduga kuat telah menerima “uang pelicin” dari warga saat hendak mengurus kelengkapan adminstrasi, tak hanya itu, temuan tersebut terekam camera video telepon seluler milik warga yang berdurasi 53 detik.

Abdurahman (30) warga Desa Karang Penang Oloh, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, selaku pemohon, mengaku sangat menyanyangkan sikap pelayanan publik tersebut.

Pasalnya, saat hendak membuat KTP justru dipersulit karena harus memberikan uang pelicin sebagai dalih ingin mempercepat proses pembuatan identitas tersebut.

“Padahal semua pembuatan identitas seperti KTP, Kartu Keluarga (KK), dan akta kelahiran itu gratis. Tapi ini harus membayar uang pelicin, jika tidak malah dipersulit alasannya, blangko habis dan harus menunggu tenggang waktu yang cukup lama,” keluhnya, Selasa (2/7/2016).

‎Abdurahman menambahkan, pembuatan KTP miliknya sudah satu bulan lalu, yakni pada bulan Juni 2016 kemarin. Namun, sampai saat ini belum selesai meski sudah diberi batas waktu hingga tanggal 18 Juli.

“Janjinya 12 hari sudah selesai, nah ketika mau di ambil di kantor Dispendukcapil kok belum selesai, mungkin karena tidak bayar itu,” ujar Abdurahman.

Hal yang sama juga dialami oleh Moh Tamam (37) warga Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang. ia secara terang-terangan memberanikan diri memberi uang pelicin itu disaat pihak Dispendukcapil tidak bisa melayani dengan alasan blangko habis.

“Waktu pembuatan KTP baru itu di bilang blangko habis, tapi saya bayar justru dilayani dipercepat dan dicetak saat itu juga sehari sudah jadi, agar ini tidak terjadi kepada warga lain saya sempat melapor ke Wakil Bupati Sampang,” terangnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Sampang, Moh Saputra Sutrisno, membantah dugaan menerima uang pelicin tersebut. Bahkan, mengelak saat rekaman video itu ditunjukkan.

“Tidak ada sama sekali bayar untuk proses KTP itu, semua gratis sesuai aturan, video ini tidak memberikan uang kok,” dalihnya.

Sutrisno panggilan akrab pria ini, menuturkan, jika selama ini tepatnya di bulan Juni mengalami kekurangan blangko, tak hanya terjadi di kantor Dispendukcapil Sampang, melainkan semua daerah. Sehingga, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan melakukan peminjaman blangko sebanyak 456 ke Kabupaten Jombang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here