May Day Dan Perjuangan Kaum Buruh Mencari Keadilan

Egi Hendrawan Dari Kantor Hukum Sembilan Bintang and Partners

BOGOR, Senin (30/04/2018) suaraindonesia-news.com – Duel El Clasico tahunan buruh versus majikan atas tuntutan besaran upah minimum kembali terjadi dalam Semarak May day yang selalu diselenggarakan Tanggal 1 Mei mengulangi peristiwa dari puluhan tahun lalu. Mungkin karena sudah berlangsung lama, banyak pihak yang menganggap peristiwa ini menjadi biasa, yang sebentar juga akan berlalu. Akibatnya, tidak lagi ada upaya untuk mencari solusi dan akar masalahnya

Menurut Egi Hendrawan dari Kantor Hukum Sembilan Bintang and Partners, bahwa pembangunan nasional, khususnya bidang ketenagakerjaan diarahkan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat pekerja.

“Oleh karena itu hukum ketenagakerjaan harus dapat menjamin kepastian hukum, nilai keadilan, asas kemanfaatan, ketertiban, perlindungan dan penegakan hukum Sesuai UUD 1945 dan UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan,” ungkapnya.

Menurutnya, Hukum (Indonesia) merupakan implementasi dari falsafah dasar, yakni Pancasila dan teori dasar (UUD 1945). Nilai dasar tersebut mempunyai aspek kepastian hukum, keadilan, kemanfaatan.

“Kepastian ini sekaligus mencerminkan nilai keadilan, yang memberi kemanfaatan bagi kelangsungan hidup pekerja dan pengusaha dalam koridor perusahaan,” Tegas Egi.

Menurutnya, momentum besar ini perlu disikapi pemerintah dengan mereformasi sejumlah kebijakan yang membiarkan upah murah dan merugikan buruh. Disamping itu, promosi penyediaan lapangan kerja tidak boleh diidentikkan dengan mengundang investor untuk menguras kandungan alam dan penduduk, namun dengan pemberdayaan sumber daya lokal agar mampu menjadi kekuatan besar di bumi sendiri, Bukan Para Tenaga Kerja Asing.

“Selamat May day Bagi Seluruh Buruh Di Tanah Air Indonesia, Jaga Solidaritas,” Tutup Egi.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here