MaTa Soroti Perangkat Desa Yang Menggunakan Dana Desa Untuk Diklat Ke Bali

Kepala Desa atau datuk penghulu sedang mengikuti pelatihan

Reporter: Rusdi Hanafiah

Lhokseumawe, 24/07/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Sebanyak 67 perangkat desa (datok penghulu-kepala desa) dari 36 desa se-Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, yang diduga  menggunakan Dana Desa untuk berkunjung ke Bali dengan alasan untuk pendidikan dan pelatihan.

“Iya ini sudah pulang, sejak tanggal 18-23 Juli 2016. Anggaran per desa 27 juta lebih untuk belajar pelaporan keuangan dana desa,“ Ujar Wan Irwansyah, salah satu Camat di Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang kepada Wartawan, Sabtu, (23/7/2016).

Wan menambahkan, pendidikan dan pelatihan itu di buat oleh Pusat Studi Pembangunan Daerah (PSPD).

Sementara terkait kunjungan datok penghulu (kepala desa-red) ke Bali.  Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang Bustaman mengaku tidak tahu menahu dengan kepergian 67 perangkat desa itu ke Bali.

“Tidak ada surat apapun kepada kami,” kata Bustaman.

Kegiatan ini mendapat sorotan dari lembaga antikorupsi daerah Aceh. Alfian, Ketua Badan pekerja Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), menilai kunjungan itu hanya sebagai modus.

“Bila untuk peningkatan sumber daya kan ada tenaga ahli yang direkrut BPM. Untuk apa ada mereka? Ini 27 juta lebih per desa, bila dikalikan 36 sudah hampir 1 miliar, potensi korupsi cukup besar dalam penggunaan dana desa,” ujar Alfian.

Sebelumnya 560 kepala desa di Bireuen, daerah aceh juga melakukan kunjungan dengan modus studi banding ke berbagai daerah, ada yang ke Bandung, Lombok dan Bogor, yang menghabiskan Dana Desa Rp 11,5 juta per orang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here