Mantan Aktivis Forkot 98 : Lihat Sejarah, Gus Nuril, Bukanlah Saksi Sejarah, Tatapi Pelaku Sejarah

Reporter: T2g

JAKARTA, Jumat (12/5/2017) suaraindonesia-news.com – Banyak kisah sejarah yang akan di lupakan oleh generasi muda, mengatasi hal itu seorang tokoh dan pelaku sejarah pergerakan tahun 98 yang tergabung dalam aktivis Forum Kota (Forkot), Muhammad Firman Hidayatullah, SH angkat bicara dengan lantang menceritakan kisah pergerakan di jaman mereka.

Kepada awak media ini, Firman mantan Aktifis 98 itu menceritakan tentang kisah di jamannya.

“Ketika kita menghadapi Kisdi ditahun 98, diteriaki Komunis, dituduh gerakan Kristen dan sebagainya, Banser bergandengan tangan dengan kami, Mahasiswa 98 saat itu,” terangnya.

“Ketika saya dipukuli oleh Aparat saat menolak RUU-PKB, hingga harus dirawat di RS Jakarta, & mendapat 18 jahitan di kepala, beredar malam itu juga Aparat akan menyerbu RS Jakarta,” sambungnya.

Ia menceritakan, malam itu RS Jakarta terhindar dari “penyerbuan” karena seorang Matori Abdul Djalil & Khofifah Indar Parawangsa masuk ke UGD RS Jakarta untuk menjenguk para Mahasiswa yang menjadi korban, termasuk dirinya.

“Tidak bisa dipungkiri, NU memiliki peran besar dalam sejarah Reformasi 98, bersama sama dengan Mahasiswa,” terangnya.

Lalu di sesi ungkapan hatinya tersebut, Firman juga bertanya kemana mereka mereka sekarang? Kenapa menjadi begitu Eksklusif? Kemana para kader muda NU yang menjadi salah satu Benteng Pancasila di Negeri ini, kenapa begitu lambat bergerak? Hingga Isu Sara “terbiarkan” menjadi sebuah Pembenaran?

Menurutnya, Islam yang sangat terasa Kebhinekaannya sangat kita dambakan saat ini.

“Saya pribadi sangat menaruh respek positif terhadap Gus Nuril. Harus diakui, wajah Islam yg sangat Bhineka banyak terselamatkan oleh aksi Gus Nuril. PGNnya berani mencegat Organisasi2 & Massa Intoleran hingga ke gorong gorong,” Jelasnya

Lanjut mantan Aktifis itu “Orang mungkin banyak yang tidak suka dengan sosok seorang Gus Nuril, dengan berbagai stereotip disematkan di dirinya, tetapi hingga saat ini mungkin kita tidak pernah sadar ada berapa banyak ummat minoritas yang beliau selamatkan dari penindasan, hinaan, bahkan siksaan dari mereka yang menamakan dirinya “Insan yang Tersuci dimata ALLAH SWT”.

Gus Nuril bergandengan tangan dengan kita Mahasiswa 98 sejak Presiden Abdurrahman Wahid didzalimi oleh elit & Permainan Politik yang sangat kotor saat itu.

“Gus Nuril tidak pernah berlaku eksklusif terhadap siapapun yg membutuhkan, hingga sekarang,” ungkapnya.

Firman juga mengungkapkan, jika Gus Nuril, bukanlah Saksi Sejarah, tetapi beliau adalah Pelaku Sejarah, bersama-sama dengan kami Mahasiswa 98, tutur pria paru baya itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here