Manakertrans RI dan Ketua Dakwah MUI Sebut Santri Harus Inovatif dan Kreatif

Manakertrans RI, saat menghadiri Mubes 1 Asschol di pondok pesantren Syaikhona Moh. Kholil Bangkalan, Jawa Timur, Madura.

BANGKALAN, Sabtu (31/03/2018) suaraindonesia-news.com – Moh. Hanif Dzakiri S. Ag selaku Manakertrans RI, saat mengisi acara Mubes (Musyawarah besar) di Pondok pesantren Syaikhona Moh. Kholil menyebut bahwa saat ini benteng paling kuat adalah santri dan para alumni untuk mempertahankan Negara ini dari gelombang kegencaran media dan radikalisme.

Pihaknya mengharap kepada seluruh santri untuk berperan aktif dan selalu memberi inovasi baru dengan basic kepesantrenan,dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Sunnah.

Beliau juga mengungkapkan bahwa santri jangan hanya bisa mengaji saja tapi punyak peran pengendalian dari sikap radikalisme.

Baca Juga: Syaikhona Moh. Kholil Lahirkan Tokoh Religius dan Nasionalis 

“Santri sepengatahuan saya dari dulu di kenal dengan pengabdiannya terhadap kiainya, mereka tidak hanya mengaji saja tapi bisa membantu apa yang di lakukan kianya,seperti berdagang makanya santri selain di kenal dengan ngajinya tapi juga keterampilannya,” tuturnya.

Dr. KH. Kholil Nafis,Ph.D. Selaku ketua komisi dakwah MUI, juga mengungkapkan santri yang dikatakan sukses apabila ia memiliki peran aktif dalam masyarakatnya ketika pulang dari pesantrennya.

“Tidak di nilai santri yang sukses apabila saat ia pulang tak memiliki peran aktif dan positif bagi masyarakatnya,” tetangnya.

“Maka dari sinilah santri merupakan harapan murni untuk masyarakat untuk memberi perubahan dan perbaikan yang bertolak belakang dengan norma-norma yang ada,” imbuhnya.

Reporter : Ach. Zainuri
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here