Mamasa Absen di Porprov III Sulbar, Koni; Anggaran Minim

MAMASA, Kamis (01/11/2018) suaraindonesia-news.com — Kontingen Mamasa dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) III Sulawesi Barat terancam tidak mengikuti seluruh cabang olahraga (cabor) yang akan digelar di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat 12 November 2018 mendatang. Pasalnya anggaran yang dikucurkan dari Pemerintah Daerah (Pemda) terbilang minim.

Hal tersebut dipaparkan Sekretariat Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) cabang Mamasa Yusak saat menggelar konferensi pers di Kompleks Pasar Jenol Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Kamis (01/11/2018).

Menurut Yusak, meskipun pihaknya belum mengeluarkan surat secara resmi terkait pembatalan pemberangkatan atlet dari masing-masing 11 Cabang Olahraga yang telah melakukan Traning Center (TC) untuk menghadapi laga Porprov III Sulbar, namun minimnya anggaran yang diberikan pemerintah daerah kepada KONI Cabang Mamasa menjadi pertimbangan untuk tidak ikut serta dalam ajang olah raga yang bergengsi di Sulawesi Barat (sulbar) ini.

Yusak menjelaskan, pihaknya telah memasukkan permohonan anggaran kepada Pemrintah Kabupaten Mamasa sebesar Rp 1, 8 miliar rupiah untuk kepentingan semua cabor yang akan diikuti, namun anggaran yang diberikan pemerintah hanya sebanyak Rp 600.000.000,-.

Ia mengatakan tidak spesifik, anggaran yang diberikan pemerintah diperuntukkan kepentingan PorProv, sebab dana yang kami terima,sesuai DPA, peruntukannya kepentingan pembinaan cabor di KONI, tetapi itu juga sudah dialokasikan kepada beberapa cabor yang telah melakukan training center, sehingga anggaran yang sisa di KONI hanya sebesar 200 juta rupiah.

“Ada beberapa cabor yang sudah melakukan training center (TC) yang telah menerima anggaran yang diberikan pemerintah daerah, yakni cabor taekwondo, bola volly, bulu tangkis, catur, karate, penca silat, sepak bola, sepak takraw, tennis meja, tinju dan yongmoodo,” kata Yusak dalam konferensi pers, siang tadi.

Lanjut Yusak, masih ada waktu selema 4 hari ke depan pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait anggaran yang digunakan untuk kepentingan porProv, jika pemerintah berniat mengikut sertakan atlet dari masing masing cabor yang sudah disiapkan selama dua bulan terakhir.

“Keputusan beberapa hari yang lalu yang mengatakan bahwa Mamasa tidak ikut dalam penyelenggaraan PorProv jika dana tidak mencukupi, itu belum final, sebab belum ada ketukan palu,” ungkapnya.

Yusak menilai pemerintah daerah (Pemda) tidak mampu mengambil kebijakan dalam menyediakan anggaran bagi kegiatan PorProv yang akan diikuti 11 cabor yang sudah dipersiapkan KONI, sehingga keputusan untuk membatalkan pemberangkatan atlet dari 11 cabor yang akan ikut berlaga, mrupakan bentuk protes pengurus KONI terhadap kebijakan yang dilakukan pemda.

Jauh Yusak menjelaskan bahwa sedianya anggaran PorProv diusulkan oleh pengurus lama pada pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah pokok (APBDP) tahun anggaran 2018, yanh dibahas di tahun 2017, namun ia menilai pengurus KONI periode lalu stagnan selama dua tahun, sehingga permintaan dana baru dilakukan pada tahun berjalan setelah dilakukan pergantian kepengurusan.

“Penganggaran ini memang cukuo dilema bagi kami sebagai pengurus baru, sebab kami dilantik pada bulan desember, setelah pembahasan anggaran, jadi memang anggaran PorProv ini sudah tidak ikut dibahas di APBDP 2018 karena seharusnya yang menganggarkan kegiatan ini adalah pengurus KONI yang sebelumnya,” katanya.

Pihaknya berharap, sebelum finis penentuan ikut tidaknya Kabupaten Mamasa pada ajang olah raga ini yang batas akhir penentuannya tanggal 5 November, agar pemda dapat mengambil sebuah kebijakan untuk memberikan dana yang memadai bagi atlet dari masing masing cabor.

“Kita hanya bisa berharap dalam waktu 4 hari ke depan pemerintah bisa mengambil kebijakan agar cabor yang sudah melakukan TC tidak sia-sia,” pungkasnya.

Reporter : Bung Wahyu
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here