Malam Tahun Baru Brandal Desa Berulah : “Bacok Seorang Warga Sedang Ronda Malam”

Aditya Delon (20), brandal deso tersangka penganiayaan dengan sajam saat diperiksa Petugas Reskrim Polres Probolinggo Kota. (Singgih).

Reporter : Singgih

Probolinggo, Suara Indonesia-News.Com – Sekelompok kawanan Brandal Desa (brandes) asal Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo pada malam tahun baru 2016, berulah, membacok seorang warga yang sedang melakukan ronda malam dengan sebilah celurit.

Brandal Desa tersebut dengan naik sepeda motor konvoi hingga masuk – masuk jalan kecil dan gang kecil di Kota Probolinggo yang padat pemukiman sambil membleyer – bleyer sepeda motornya yang berkenalpot brong.

Data yang dihimpun Suara Indonesia-News.Com dari AKP. Trisno Nugroho, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, peristiwa pembacokan itu terjadi pada Jum’at (01/1/16) sekira jam 01.00 WIB. Saat itu brandes konvoi memasuki jalan kecil di gang Pesantren dijalan KH. Hasan Genggong, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Saat berada di tempat kejadian perkara (TKP) dilokasi Posko PDIP brandes membleyer – bleyer sepeda motornya, kebetulan saat itu di Posko PDIP ada beberapa orang warga setempat yang sedang melakuan ronda malam sambil menonton TV.

Kemudian salah seorang warga yang lagi ronda di Posko PDIP tersebut menegur kawanan brandes yang dirasa sudah sangat mengganggu ketertiban.

Mendapat teguran dari warga kawanan brandes tersinggung dan tidak terima. Kemudian kawanan brandes berhenti sambil tetap membleyer – bleyer sepeda motornya.

Salah seorang brandes yang sudah ditetapkan menjadi tersangka, bernama Aditya Delon (20), pengangguran, alamat dusun Klontong RT.04/RW.02, Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo  turun menghampiri warga yang menegur dan memukulnya.

Setelah memukul warga, terjadilah keributan, hingga warga setempat berdatangan. Melihat warga berdatangan di TKP, tersangka mengeluarkan celurit yang dibawa dari balik bajunya dan mengayunkan celuritnya mengenai kaki Alex Alaika Salam (17) warga setempat.

Mengetahui warga semakin banyak yang berdatangan, tersangka bersama kawan – kawannya kabur melarikan diri. Warga kemudian menolong korban dibawa ke RSUD Dr. Moh Saleh. Setelah mendapat pertolongan medis dari rumah sakit korban melaporkan tersangka ke Mapolres Probolinggo Kota.

Setelah dilakukan lidik oleh unit Opsnal, dalam waktu yang singkat, pada malam itu juga tersangka berhasil diringkus oleh Petugas dari tempat persembunyiannya. Sebilah celurit yang dipakai tersangka membacok korban disita oleh Petugas sebagai alat bukti.

“Kepada Petugas tersangka mengaku dirinya melakukan itu karena pengaruh miras oplosan yang ditenggak bersama kawan – kawannya dalam merayakan pergantian malam tahun baru”.

Tersangka sekarang meringkuk, dikerangkeng dikamar jeruji besi sel tahanan Mapolres Probolinggo Kota, diancam UU Darurat RI No.12 Tahun 1951 Pasal 2 ayat (1) tentang sajam yaitu menyimpan dan membawa sajam tanpa ijin serta Pasal 351 tentang  penganiayaan, dengan ancaman hukuman penjara selama 12 tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here