Malam Puncak Batik Festival 2017 Dibuka Bupati Sumenep

Malam puncak Sumenep Batik Festival 2017, dibuka Oleh Bupati Sumenep

SUMENEP, Minggu (10/12/2017) suaraindonesia-news.com- Malam puncak Sumenep Batik Festival 2017, dibuka secara langsung oleh Abuya Busyro Karim Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, di Lapangan Gor A.Yani, Sabtu (9/12) Malam.

Dalam acara Fasion on Street ‘Sumenep Batik Festival’ yang digelar oleh Dinas PU Bina Marga ini, mengundang putri Indonesia 2016 Kezia Warouw dan Designer Internasional Anaz Khairunas merupakan rangkaian hari jadi kota sumenep ke-748 dan menyongsong Visit Sumenep 2018.

“Atas nama pemerintah daerah menyapaikan terima kasih kepada panitia penyelenggara yang telah mengsukseskan rangkaian Sumenep Batik Fistival yakni Meet and Greet Fashion on the Street,” Kata Bupati Sumenep Abuya Busyro Karim saat menyampaikan sambutannya.

Selain itu Bupati juga juga menyampaikan terima kasih kepada putri Indonesia 2016 Kezia Warouw yang telah datang di Sumenep.

“Semoga kedatangannya bisa mendorong kecintaan dan promosi batik di Sumenep dan semoga menginsipeasi anak-anak untuk bisa berkarya di masa mendatang,” ujar bupati.

Menurut orang nomor satu di Pemkab Sumenep ini, jumlah industri batik di Sumenep mengalami peningkatan siknifikan sejak lima tahun terahir, sering banyak wisatawan yang datang ke Sumenep baik wisatawan domistik maupun mancanegara.

“Bahkan, banyak orang dari cina dan jepang datang ke madura hanya untuk memborong batik yang dianggap sebagai keajaiban karya seni oleh mereka,” jelasnya.

Mantan Ketua DPRD Sumenep ini juga mengungkapkan, pada tahun 2018 mendatang akan ada 39 event wisata Sumenep baik tingkat nasional maupun International. Salah satunya festival batik nusantara tanggal 15 Desember 2018.

“Kita ingin membuka mata Indonesia bahwa daerah sentra industri batik di Indonesia bukan hanya di Solo, Pekalongan, Yogyakarta, Cirebon, dan Bali, tapi juga Kabupaten Sumenep itu ada,” ungkapnya.

Selain itu Bupati juga menekankan untuk penguatan regenerasi pembatik harus mendapatkan perhatian khusus, sehingga pewaris dan penerus pencintaan batik di berbagai sentral batik tidak terhenti satu generasi saja.

“Sebagai kometmen saya pelestarian batik. Pemerintah daerah telah mewajibkan PNS memakai batik selama tiga hari dalam satu minggu serta seluruh sekolah dari jenjang TK hingga SMA,” Jelas Bupati.

Busro juga memghimbau para pengrajin batik di Sumenep lebih kreatif mempromosikan produksi batiknya.

“Promosi jangan dilakukan konvesional, tetapi harus dilakukan dengan cepat, menarik dan mudah diakses melalui media sosial,” imbuhnya.

Banyak batik, lanjut Bupati, di nusantara ini. Tapi batik madura khususnya sumenep memiliki keunggulan tersendiri, baik desain, motifnya maupun pewarnaanya.

“Untuk itu, perlu diupayakan mendapatkan hak paten batik sumenep, sehingga akan membedakan batik sumenep dengan daerah lainnya,” tukasnya. (Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here