Mahasurya Kembali Desak Bupati Sumenep

Reporter: Liq/Jar

Sumenep, suaraindoneaia-news.com – Desak Bupati Sumenep untuk mengusut oknum satpol PP yang menerima upeti dari cafe, Puluhan aktivis Mahasurya kembali datangi kantor Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin (06/06/2016).

Bisri Gie selaku korlap aksi mengatakan bahwa isu pengambikan upeti oleh oknum satpol PP tersebut harus diusut tuntas.

“Isu upeti ini harus diusut, termasuk oleh bupati Sumenep. Sehingga ada titik terang,” jelas Bisri Gie

Ia menambahkan, Bupati sebagai pemegang tangung jawab atas semua SKPD Di Kabupaten Sumenep. dan jika ada oknum SKPD yang menarik upeti, bupati harus menindak tergas.

“Bupati harus mengontrol ke bawah, biar tahu secara pasti kejadian dilapangan. Khususnya soal upeti ke satpol PP ini,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada bupati untuk tidak membiarkan ada maksiat selama bulan puasa. Salah satunya, tidak membiarkan warung buka siang hari.

“Bulan yang suci ini, tidak boleh ada kos-kosan yang secara bebas berbaur laki-laki dan perempuan,” ujarnya.

Sementara Bupati Sumenep A. Busryo Karim meminta data komgkrit pada mahasirya, termasuk data tempat kos yang menjadi sarang maksiat.

“Sejak awal saya sudah bilang kalau ditemukan ada kos-kosan mengandung unsur prostitusi silahkan dilaporkan,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here