LSM GCW Kritisi Proyek Trotoar Yang Tak Manfaatkan Batu Piring

Jember,suaraindonesia-news.comProyek paving trotoar yang di laksanakan oleh DPU Cipta Karya dan Tata Ruang Pemkab Jember, dikritisi oleh LSM Government Corruption Watch (GCW). LSM yang di ketuai oleh Andhy Sungkono,andhy’’menyayangkan bahan paving yang di gunakan untuk perbaikan trotoar di segi tiga emas di kabupaten jember,yang menggunakan uang rakyat milyaran rupiah tersebut bukan produk local yang memiliki potensi besar seperti batu piring

Menurut ’’Andhy’’ saat di temui wartawan mengatakan, proyek paving trotoar yang dilaksanakan oleh DPU cipta Karya tidak salah namun kurang tepat,dan sangat di sayangkan sekali karena tidak menggunakan bahan alam produk local Jember,yang sudah menembus pasar luar negeri yakni Batu Piring tuturnya.

Lebih lanjut andhy mengatakan,seharusnya sejak awal saat perencanaan baik dalam pembahasan RAB, baik Konsultan maupun pihak Cipta Karya memasukkan produk local Sumber Daya Alam Jember,yaitu Batu Piring untuk bahan trotoar pengganti paving lama ujarnya.

Kepada media andhy menjelaskan, Batu Piring atau Lava Andesit yang termasuk bahan galian C merupakan produk local,yang banyak tersebar di beberapa kecamatan di kabupaten Jember antara lain Kecamatan Sumbersari, Pakusari, Ledokombo, Sukowono, Sumberjambe, Jelbuk, Kalisat,dan Mayang.

Batu Piring yang ada di kabupaten Jember,umumnya berupa gunung batu yang setelah ditambang dipotong-potong sesuai dengan kebutuhan pasar. Batu piring yang telah di proses selanjutnya di manfaatkan untuk berbagai barang kebutuhan,sesuai dengan pesanan pasar,seperti mebelair meja kursi dll,seperti penghias dinding tembok,dan juga pagar yang saat lagi tren di gunakan oleh negara sakura Jepang,dan juga bangunan rumah karena dinilai kuat dan tahan gempa.

Untuk Komponen bahan bangunan rumah,baik interior maupun eksterior seringkali juga memanfaatkan bahan tambang ini.karena bila cuaca panas maka ruangan sejuk dan sebaliknya, tidak licin dan tidak lumutan serta tahan selama puluhan tahun.Limbah batu piring ini juga masih bisa dimanfaatkan/gunakan sebagai bahan batu cor.

Andik menduga, bahan trotoar dari keramik yang lebih mahal harganya di banding dengan Batu Piring di duga ada permainan harga, ataupun diskon yang menguntungkan pihak-pihak tertentu. Padahal harga batu piring lebih ekonomis, karena lebih murah, awet dan memiliki nilai seni tinggi, di sisi lain mampu mendongkrak perekonomian warga,dan mampu membawa nama kabupaten jember lebih di kenal oleh daerah lain, sebagai daerah penghasil batu piring terbaik pungkasnya{dik}

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here