Layanan Adminduk Jemput Bola 2017, Dispendukcapil Layani Warga di Panti Jompo

Foto: Plt Kadispenduk dan aktivitas perekaman di rumah lansia untuk layanan adminduk warga tak mampu

JEMBER, Minggu (27 Agustus 2017) suaraindonesia-news.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Pemerintah Kabupaten Jember, perjuangkan hak jaminan hidup bagi para lanjut usia (lansia) di Panti Wreda/Panti Jompo di Desa Kasiyan, Kecamatan Puger, Kamis dan Jumat 24 & 25 Agustus 2017, kemarin.

Plt Kadispendukcapil Sri Wahyuniatik, SH, M.Si, melakukan kegiatan perekaman KTP El, dan KK kepada para lansia penghuni Panti Wreda ini dengan sistem jemput bola untuk membantu para lansia mengurus dan mendapat jaminan hidup dari negara semisal jaminan kesehatan.

Jaminan hidup berupa jaminan kesehatan itu bisa diproses karena ada persyaratan memiliki KTP El, dan KK. Syarat administrasi kependudukan dan pencatatan sipil itu selama ini terabaikan, tidak ada yang mengurus, tidak ada yang bertanggungjawab karena mayoritas dari penghuni Panti Wreda ini terpisah dari keluarganya.

Sehingga Dispenduk mengupayakan kepemilikan dokumen kependudukan baik KK dan KTP El bagi para lansia yang mayoritas miskin agar ke depan bisa mendapatkan hak – hak lain selaku warga negara antara lain jaminan kesehatan, dan jaminan hidup lainnya.

“Semisal bisa untuk memproses menerinma bantuan hidup dari lembaga pemerintah secara formal, bisa diproses untuk ikut BPJS dan bisa dipakai untuk berobat gratis. Karena ada yang menderita kanker payudara sampai stadium IV dan sempat kesulitan dalam kemotherapy karena tidak punya KK dan KTP,” ujar Sri Wahyuniatik.

Kata Yuni, pelayanan langsung atau jemput bola mutlak dilakukan oleh Dispenduk karena kondisi tubuh para lansia ini sudah sangat renta bahkan banyak pula yang yang harus mendapatkan total care karena tidak lagi bisa berjalan. Kencing, BAB, dan tidur sudah jadi satu di ranjang.

Selain itu juga untuk menghindarkan dari praktik pungutan liar (pungli) dalam pengurusan dokumen kependudukan. Baca Juga: Terkena OTT, Tiga Pejabat Pemkot Batu Dikembalikan Ke Keluarganya

“Biasanya kalau lewat orang lain bisa jadi dapat dokumen aspal, dan dokumen kependudukan salah,” ujar Sri Wahyuniatik.

Dari kegiatan kemarin ada 140 orang lansia penghuni Panti Jompo / Panti Wreda Puger ini, terdiri dari 65 laki – laki, dan 75 perempuan. Yang bisa dilayani dalam perekaman ada 126 orang, terdiri dari kategori total care sebanyak 20 orang, 4 orang tak bisa direkam karena 1 orang mengalami gangguan jiwa, dan 3 orang sidik jari dan matanya tidak terdeteksi alat.

Untuk yang semi total care ada 26 orang lansia, sisanya 80 orang lansia masih dapat beraktivitas. Total lansia 140 orang yang terlayani ada 126 orang dan 14 orang tidak terlayani karena gangguan jiwa, sudah punya KTP, dan pindah KK dari luar kota. (Guntur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here