Lanal Denpasar Bantu Tangani Kebakaran Belasan Kapal Ikan di Pelabuhan Benoa Bali

Pangkalan TNI AL (Lanal)  Denpasar, Lantamal V turut dalam penanganan kebakaran belasan kapal ikan yabg berada di pelabuhan Benoa, Bali, Senin (9/7) kemarin.

BALI, Selasa (10/7/2018) suaraindonesia-news.com – Pangkalan TNI AL (Lanal)  Denpasar, Lantamal V turut dalam penanganan kebakaran belasan kapal ikan yabg berada di pelabuhan Benoa, Bali, Senin (9/7) kemarin.

Sekitar pukul 02.00 Wita dini hari telah terjadi kebakaran kapal ikan di dermaga barat Pelabuhan Benoa Bali depan PT Intimas Surya. Ada sekitar 39 kapal ikan yang sandar di pelabuhan tersebut hangus terbakar.

Unsur yang dikerahkan ada tiga unit yaitu Patkamla Catamaran, Kal Badung dan Speed Boad serta satu unit mobil ambulance dan satu unit mobil truck milik Pangkalan TNI AL Denpasar.

Menurut keterangan saksi mata a.n. I Ketut Kariana, Security PT. TKF pada saat yang bersangkutan sedang jaga di pos, saksi mendengar ada salah satu ABK berteriak kebakaran dan  selanjutnya saksi serta beberapa ABK berusaha memadamkan Api dengan tabung pemadam.

Pada saat kejadian angin bertiup kencang sehingga mengakibatkan api cepat menjalar dan membakar kapal yang ada di sebelahnya.

Diduga api berasal dari kapal ikan KM. Cilacap Jaya Karya milik PT TKF. Kebakaran yang terjadi menyebabkan api menjalar ke beberapa kapal milik PT. Intimas Surya dan PT. Bandar Nelayan. Atas kejadian tersebut selanjutnya petugas security berusaha menghubungi petugas damkar melalui radio IBHRC (Integrated Benoa Harbour Radio Communication).

Upaya pemadaman api yang membakar kapal-kapal ikan di dermaga barat pelabuhan Benoa melibatkan 11 unit mobil PMK milik Pemkot Denpasar sebanyak delapan unit, PMK Kab. Badung dua unit, PMK Pelindo satu unit, Water Cannon Dalmas Polda Bali dua unit, alkon milik PT. Intimas, PT. AKFI dan PT. Bandar Nelayan masing-masing satu unit, Ambulance BPBD Kota Denpasar tiga unit.

Dari hasil penyelidikan oleh pihak kepolisian tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut sementara kerugian ditaksir mencapai ratusan milyar rupiah.

Langkah – langkah yang diambil oleh TNI/Polri dan instansi terkait  dalam melakukan upaya pemadaman api dilokasi kejadian antara lain melaksanakan koordinasi dengan pemilik kapal dan bersinergi dengan petugas Damkar dari Kodya Denpasar, Pemda Kab. Badung dan PT. Pelindo III. Pemadaman dilakukan dari laut maupun darat  serta mengisolir lokasi kapal terbakar dengan memutus tali-tali kapal agar tidak membakar kapal lainnya.

Dalam kejadian tersebut Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reihanrd Golose didampingi Komandan Pangkalan TNI AL Denpasar, Kolonel Laut (P) GB. Oka meninjau lokasi kebakaran bersama-sama dengan para pejabat dari PT. Pelindo III, KSOP dan BPBD Kota Denpasar.

Menurut keterangan Danlanal Denpasar, sebagian besar api yang berada pada kapal yang sandar ditepi dermaga sudah mulai padam. Namun karena tiupan angin yang cukup kencang menyulitkan petugas untuk memadamkan api di kapal yang posisinya ada ditengah. Danlanal menyampaikan seluruh pemangku kepentingan dilibatkan untuk membantu proses pemadaman.

Kolonel Oka juga memastikan kebakaran kali ini tidak mempengaruhi aktivitas penerbangan dan penyeberangan kapal di pelabuhan besar lainnya. Dalam musibah ini Kapal-kapal TNI Angkatan Laut khususnya Lanal Denpasar telah dikerahkan untuk membantu evakuasi dan pengawasan serta pengamanan area kebakaran.

Sementara untuk kapal-kapal Pelni dan kapal-kapal pesiar masih beroperasi seperti biasa. Kebakaran terjadi di dermaga sektor barat sementara pelabuhan penyeberangan ada di dermaga sisi timur. Jarak antara dermaga barat dan dermaga timur cukup jauh sehingga kapal-kapal Pelni, kapal-kapal pesiar yang bersandar relatif aman jelas Danlanal di Pelabuhan Benoa.

Sampai dengan pukul 20.00 Wita petugas damkar masih berupaya memadamkan api yang melalap kapal-kapal ikan tersebut.

Informasi awal kapal yang terbakar berjumlah kurang lebih 39 unit terdiri dari 5 unit kapal yaitu KM. Cilacap Jaya Karya, KM. Akau Jaya Lima, KM. BMJ Satu, KM. Bintang Barat, KM. Bina Sejati Milik PT. AKFI.

Kemudian 7 kapal masing-masing : KM. Hiroyosi 7, KM.  Permata 03, KM. Permata 103, KM. Permata 06, KM. Permata 01, KM. Mutiara 28, KM.  Mutiara 10 milik Milik PT. Intimas Surya.

2 kapal yaitu : KM. Bandar Nelayan 168, KM.  Bandar Nelayan 2019 Milik PT Bandar Nelayan, dan kapal kapal yang belum terdata kurang lebih 25 kapal mengingat api masih menyala saat pendataan.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here