Lamban Ambil Keputusan Rujukan, Pasien Patah Tulang Dilarikan Ke RSUD Jember

Sukaryu saat mengalami pendarahan di IGD RSDH Lumajang

LUMAJANG, Sabtu (30/12/2017) suaraindonesia-news.com – Nasib naas diderita Sukaryu, warga Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang Propinsi Jawa Timur, akibat peristiwa tertabraknya dirinya yang mengakibatkan patah tulang. Pihak Rumah Sakit Dr Haryoto (RSDH) Lumajang, dinilai keluarga Sukaryu terlalu lambat dalam mengambil sebuah keputusan dalam hal merujuk pasien yang tidak bisa ditanganinya.

Davi anak Sukaryu, mengatakan kepada wartawan kalau waktu itu bersama dengan petugas Puskesmas Kunir membawa ibunya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSDH Lumajang untuk ditangani.

“Ternyata petugas dan istriku bingung takut kehabisan darah karena kejadian tabrakan itu. Kok malah petugas IGD di sana bukannya membantu malah mempersulit keadaan,” kata Davi saat ditanyai wartawan sore ini.

Sukaryu yang diketahui adalah peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, sampai meminta untuk tidak menggunakan kepesertaannya agar cepat ditangani.

“Saya malah sampai minta tidak usah memakai BPJS agar ditangani. Dan kalau tidak ditangani ya cepat dibikinkan rujukkan, kok malah kami di suruh berangkat langsung ke Jember,” bebernya.

Pihak Puskesmas Kunir kata Davi sempat tidak mau, sebab menurut petugas Puskesmas mereka takut di tolak, karena masuk tanpa ada rujukan dari rumah sakit asal pasien.

“Untung aja pihak Jember mau tapi kami juga kenak komplain, seharusnya mintak surat rujukan dari RSDH Lumajang dulu, karena pasien masalahnya dari lain kabupaten,” keluhnya waktu itu.

Davi dan petugas Puskesmas Kunir melakukan hal itu sebab pasien terlalu lama berada di IGD RSDH Lumajang, sampai tidak tega melihatnya sebab dari kepala keluar darah.

“Kalau kondisinya sudah seperti itu, apa tidak membuat keluarga menjadi panik. Malah petugas marah-marah sama istri, sama pihak Puskesmas Kunir waktu itu,” ujarnya lagi.

Sehubungan dengan masalah tersebut, pihak RSDH Lumajang mengklarifikasi kasus rujukan pasien patah tulang ke RS Jember tersebut.

Direktur RSDH Lumajang, dr Indrayadi menjelaskan jika Puskesmas Kunir menerima pasien Patah tulang kaki (kasus Bedah Tulang- Orthopaedi) indikasi rujuk ke RSDH, Kamis (29/12) pagi lalu.

“Pihak Puskesmas Kunir waktu itu telah melakukan komunikasi via telpon dengan dokter IGD. Saat itu diinfokan bahwa RSDH tidak menerima kasus Ortho karena dokter spesialis Orthopaedi cuti Umroh. Tetapi dokter IGD tetap bersedia menerima petugas PKM Kunir sebagai upaya koordinasi,” jelas Dr Indrayadi.

Dr Indrayadi mengungkapkan jika Perawat PKM Kunir yang datang beserta pasien di IGD diterima petugas sewaktu itu dr. Dasit dan Perawat Suyanto.

“Pihak RSDH sudah menginformasikan kepada perawat PKM Kunir bahwa dokter Spesialis Orthopaedi sedang cuti sehingga RSDH tidak dapat melakukan tindakan Ortho sejak 26 Des 2017 s.d 8 Jan 2018,” paparnya.

Dari situlah, menurut dr Indrayadi timbul perdebatan antara petugas IGD dengan PKM Kunir tentang siapa yang harus merujuk ke Jember. Petugas IGD berkoordinasi dengan Kepala IGD, yaitu dr. Guntur / Manajemen yaitu dr. Halimi – dr. Ani / BPJS yaitu dr. Aan.

“Namun sebelum ada kesimpulan bahwa yang seharusnya merujuk adalah RSDH atau Puskesmas perujuk, ternyata pasien sudah berangkat ke RS Jember diantar oleh Petugas PKM Kunir. Dan info ini saya terima dari dr Aan dan dr Guntur,” katanya lagi.

Ditegaskan dr Indrayadi bahwa kasus Orthopaedi yang stabil, sebagaimana pasien tersebut, seharusnya bisa dirujuk oleh Puskesmas langsung ke RS Jember. Dan pada saat yang bersamaan RSDH juga sedang merujuk kasus Orthopaedi ke RS Sidoarjo.

“Kami atas nama Direksi RSDH sangat menyesal atas ketidaknyamanan pasien sebagai akibat miskomunikasi antar Petugas kesehatan,” pungkasnya.

Atas nama Direksi RSDH Lumajang, dr Indrayudi sangat berterimakasih dan selalu mencermati atas semua kritik/masukan masyarakat sbg bentuk kepedulian terhadap peningkatan mutu layanan RSDH di masa mendatang.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here