Lagi-lagi Kebijakan Kades Ajibuhara Dipertanyakan Warga

Kantor Lepala Desa Ajibuhara

KARO, Selasa (5/12/2017) suaraindonesia-news.com – Kebijakan Hendri Sinuhaji Kades Ajibuhara, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali dikeluhkan warganya. Pasalnya, banyak sampah yang menumpuk di pinggir Desa Ajibuhara yang sudah bertahun-tahun, ditambah lagi dengan pembangunan perehaban Los Desa Ajibuhara yang tidak sesuai RAB, kini ada laporan dari masyarakat kalau Ketua TPK Desa Ajibuhara, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo, sudah mengundurkan diri sekitar sebulan yang lalu.

Tak hanya itu, ditambah lagi dengan adanya persoalan TPK Desa Ajibuhara yang tidak ada SK, serta Ketua TPK yang sudah mengundurkan diri.

Kepala Desa (Kades) Ajibuhara, Hendri Sinuhaji saat dikonfirmasi meminta tolong agar jangan buat berita terkait desanya terus karena ia mengaku pusing.

“Ambil berita desa lain dulu atau berita lain yang bagus jangan tanya kenapa ketua TPK mengundurkan diri,” ujar Kades resah sambil mematikan hand phone saat dikonfirmasi Selasa (5/12/2017) melalui selulernya.

Baca Juga: 490 Warga Miskin Junrejo, Hanya 98 Yang Dapat Bantuan Sembako 

Sementara Camat Tigapanah Data Martina br Ginting saat dikonfirmasi di ruangannya, Selasa (5/12/2017) mengatakan pihaknya akan konfirmasi Kepala Desanya.

“Tapi kalau Ketua TPK nya sudah mengundurkan diri, saya mau bahas apa lagi seharusnya TPK nya datang ke sini untuk konsultasi sebelum mengundurkan diri, kalau sudah mengundurkan diri mau bahas apa lagi, SK kan Kades yang buat, gak mungkin kan kita campuri rumah tangga orang,” ujarnya.

P Ginting adalah mantan Ketua TPK Desa Ajibuhara yang sudah mengundurkan diri sekitar satu bulan yang lalu, Ginting mengatakan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Tim Pengelola Kegiatan (TPK) desa yang semestinya merancang, membentuk, dan mengerjakan beberapa usulan dan pengajuan berbagai sarana dan prasarana pembangunan di desa namun dirinya bertugas hanya sebagai pelengkap dan formalitas juknis saja.

“Saya tidak bekerja sesuai Tupoksi, tugas saya sebagai Ketua TPK diambilalih oleh Kepala Desa, saya hanya di tugaskan sebagai pengawas tukang, tentu saja saya keberatan, sedangkan membuat SPJ nantinya juga kami, saya tentu tidak mau bertanggung jawab dengan hasil pekerjaan yang bukan saya yang kerjakan, gak mungkin kan orang yang makan nangka saya kena getahnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, saya juga tidak bisa bilang saya ini mengundurkan diri karena sampai sekarang kami tidak dibuatkan SK Kepdes, namun karena nama saya tercatat saya sudah berikan surat resmi pengunduran diri saya kemarin.

Baca Juga: Pengamat Hukum Tata Negara: Marsekal Hadi Tjahjanto Jangan Cawe-Cawe Politik

“Kemarin kami sudah ke Kecamatan melaporkan, pedamping desa sudah menjelaskan kepada Kades Tupoksi TPK tapi Kades tidak mau terima dan mengatakan tugas saya hanya sebagai pengawas tukang bekerja, makanya saya sudah bertekad untuk mengundurkan diri karena takut akan pertanggungjawaban pekerjaan orang lain,” katanya ketus.

Ditambahkan M Sembiring (30) yang juga dulunya anggota TPK saat dikonfirmasi menjelaskan kalau dirinya juga sudah tidak mau aktif lagi dalam tugasnya.

“Sebenarnya saya bingung kami ini TPK atau bukan sih, karena kami tidak ada SK, saya keluar karena Ketua TPK (P Ginting) mengundurkan diri, karena dulu dia yang memilih saya sebagai timnya, memang saya tidak terlalu paham alasannya mengundurkan diri, namun yang pasti bukan karena ada kesalahan, boro-boro ada kesalahan bekerja saja belum, sama seperti saya namanya saja TPK tapi yang dikerjakan tidak tahu, saya bekerja pun tidak dapat upah, untuk apa saya bekerja, jadi saat ini saya tidak ambil bagian lagi di TPK,” kata Sembiring.

S Sinuhaji (tokoh masyarakat) Desa Ajibuhara, mengatakan memang benar mereka berdua sudah mengundurkan diri, yang pasti bukan kesalahan.

“Saya memang sangat menyesalkan Kades kami yang sekarang ini, banyak sekali keluhan masyarakat yang sampai kepada kami,” ujarnya singkat.(Ius/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here