Kumpul Kebo Dengan Janda, Oknum Guru SDN Sumberkare-1 Digrebek Pol PP

Pasangan kumpul kebo SW dan Galuh Dewi Yuliati saat menanda tangani pernyataan di Mako Satpol PP Kota Probolinggo, (tengah baju batik merah) Provost Pol PP. (Foto: Bro/SI)

PROBOLINGGO, Rabu (08 Nopember 2017) suaraindonesia-news.com – Hidup serumah tanpa nikah alias kumpul kebo dengan seorang janda selingkuhannya, SW (56), laki laki, asal dusun Asemlurus, Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Guru SDN Sumberkare-1, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, diamankan Petugas Satpol PP Kota Probolinggo saat sekamar dengan wanita selingkuhannya bernama Galuh Dewi Yuliati (35), seorang janda, ibu dari dua anak, warga Perum GPA, Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Mereka berdua diamankan oleh petugas Satpol PP Kota Probolinggo disalah satu tempat kos yang berlokasi di jalan Letjen Sutoyo, Gg. Aries, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Selasa (7/11) malam sekitar jam 23.00 Wib.

Terkait dengan hal tersebut, Gatot selaku Kasi Penyidik (Kasidik) Satpol PP Kota Probolinggo kepada insan pers mengungkapkan, SW (56), laki laki, Guru SDN Sumberkare-1,  warga dusun Asemlurus, Desa Muneng, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, mengaku sudah 2 (dua) bulan hidup serumah dengan ibu Gsluh Dewi Yuliati (35) janda dengan 2 (dua) anak, warga Perum GPA, Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Baca Juga: Pernikahan Putri Presiden Jokowi Berjalan Secara Khidmat, Sederhana dengan Pola Adat Jawa 

“Pasangan kumpul kebo ini diamankan atas dasar aduan masyarakat (Dumas). Mereka diamankan petugas di tempat kos milik pak Untung, yang berlokasi di jalan Letjen Sutoyo, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Setelah kita amankan, pasangan kumpul kebo yang bukan suami istri ini diberi pembinaan dan peringatan serta menanda tangani pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya hidup serumah,” terang Gatot, Selasa malam (7/11).

Sementara itu, SW bersama Galuh Dewi Yuliati, kepada suaraindonesia-news.com mengaku, awal saling kenal 6 (enam) bulan lalu, saat ketemu di warung Rahayu, Desa Banjarsari, Kabupaten Probolinggo, saat mendatangi acara teman kerjanya.

“Selain menjadi guru saya juga punya keahlian sebagai player elekton,” terang SW yang di iyakan ibu Galuh Dewi Yuliati.

SW juga mengaku dengan istrinya memiliki dua anak, yang pertama sudah berkeluarga, dan anak yang ke dua masih sekolah. Sudah dua tahun dirinya pisah ranjang dengan istrinya. Alasannya sering kali tengkar dan sudah tidak ada lagi keharmonisan dalam hidup.

Sekarang lagi proses perceraian, nanti kalau proses cerai sudah beres, ibu Galuh Dewi Yuliati ini akan saya nikahi secara resmi,” ungkapnya. (Bro/Jie).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here