Korban Meninggal Dunia Laka Lantas Gilimanuk, Terima Santunan Rp 50 Juta 

Wabup Jember (baju hitam) menyerahkan santunan Jasa Raharja kepada korban Laka Lantas Gilimanuk (17/6)

Reporter: Guntur Rahmatullah
JEMBER, Minggu (18 Juni 2017) suaraindonesia-news.com – Para keluarga korban kecelakaan lalu lintas antara Isuzu Elf (Ran Travel) dengan Truk Tronton yang terjadi di Jalan Propinsi Denpasar-Gilimanuk KM 121-122 tepatnya di Kawasan Hutan Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana berkumpul di Pendopo Kantor Desa Kemiri, Kecamatan Panti (18/6) guna menerima santunan dari Jasa Raharja Propinsi Jawa Timur.

Penyerahan santunan ini dihadiri oleh Pihak Jasa Raharja Propinsi Jawa Timur, juga Wabup Jember, Drs. KH. A. Muqiet Arif.

“Alhamdulillah Jasa Raharja dari Surabaya langsung meluncur kesini meskipun ini hari minggu untuk memberikan santunan,” ujar Wabup.

Semua korban berprofesi sebagai buruh bangunan musiman yang sering bolak-balik ke Bali, tergantung projek yang tersedia.

“Mereka pekerja musiman kuli bangunan di Bali, jadi kalau ada garapan di Bali ya ke Bali, kalau lagi kosong ya balik ke Jawa,” terang Suryono, Kepala Desa Kemiri, Kecamatan Panti.

Wabup meminta para keluarga yang ditinggalkan untuk mengikhlaskan kepergian para almarhum.

“Ikhlaskanlah kepergian para almarhum karena itu semua sudah takdir dari Allah, Saya yakin almarhumin meninggal dengan khusnul khotimah karena para almarhum merantau dalam rantau mencari nafkah untuk keluarga,” tutup Wabup.

Sementara itu Kabag Klaim Jasa Raharja Jawa Timur, Yudi Prastowo menjelaskan, sesuai ketentuan Menkeu Nomor 16 Tahun 2017 bahwa semua korban meninggal dunia berhak mendapatkan santunan.

Pihaknya memberikan santunan masing-masing sebesar Rp 50 juta kepada para korban meninggal dunia.

“Total santunan yang kami berikan kepada korban meninggal dunia laka lantas di Gilimanuk, Jembrana (17/6) kami bayarkan perorang adalah Rp 50 juta,” ungkap Yudi.

Ia menambahkan, pengobatan korban luka-luka ditanggung oleh Jasa Raharja sepenuhnya sampai sembuh.

“Untuk luka-luka yang sekarang dirawat di RS Jembrana, semua biaya ditanggung Jasa Raharja dengan biaya perawatan maksimal Rp 20 Juta,” tambah Yudi.

Adapun rinciannya yaitu 8 (delapan) korban meninggal dunia dan 5 (lima) korban luka-luka, total 13 (tiga belas) korban dari laka lantas ini, semua berasal dari Kecamatan Panti, Jember.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here