KOPPAS Lumajang Gelar Istiqhosah, Cegah Sengketa

Acara Istiqhosah

LUMAJANG, Minggu (13/5/2018) suaraindonesia-news.com – Menjelang bulan puasa, Komunikasi Paguyuban Petani Pantai Selatan (KOPPAS) mengadakan istiqhosah bersama di lahan rawa sawah yang merupakan tanah reklaiming, tadi pagi.

Istiqhosah ini menurut Ketua KOPPAS, Sapari kalau dihadiri oleh ratusan anggota KOPPAS.

“Mereka meminta, dengan memanjatkan do’a hajat melalui istiqhosah ini petani yang bergabung dalam KOPPPAS, supaya lahan yang mereka kelola tidak lagi menjadi sengketa dengan pihak Kepala Desa Pandanwangi,” jelasnya kepada media.

Acara istiqhosah ini didukung juga oleh KontraS Surabaya, Sarekat Petani Lumajang, LSM GEMPAR.

Adapun sengeketa tersebut bermula dari pematokan sepihak yang dilakukan oleh Kepala Desa Pandanwangi sejak awal Februari kemarin dengan dalih Reforma Agraria.
“Dan itu tanpa mengajak musyawarah petani penggarap lahan reklaiming tersebut,” tegas Sapari.

Dilihat dari sejaeah, bahwa tanah reklaiming yang disaat ini ada, itu berawal mula dibuka pada tahun 1948 lalu. Dan pada tahun 1974, tanah rawa yang sudah ada, Surat Petok D nya diambil oleh Pamong Desa dan akhirnya dikelola oleh Purnawirawan TNI AD yang mendiami Translok.

Pada tahun 1998 pasca reformasi rakyat berhasil mengambil alih kembali tanah tersebut. Hingga sekarang terus menjadi sengketa tanpa penyelesaian.
Pada akhirnya warga menuntut.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Agira
Publiser : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here