Komisioner Panwaslu Sumenep Diterpa Isu Bagi-Bagi Jatah Panwascam

Foto: Sejumlah Peserta Panwascam Saat Antri Tes Wawancara di Kantor Panwaskab Sumenep.

SUMENEP, Rabu (18/10/2017) suaraindonesia-news.com – Pasca pengumuman hasil tes tulis rekrutmen Panwaslu Kecamatan (Panwascam) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kini beredar isu bloking kecamatan antar komisioner Panwaskab Sumenep.

Kabar bloking kecamatan tersebut disampaikan Hambali Rasidi, Ketua IKA UINSA Koorda Sumenep dalam jumpa pers kepada sejumlah wartawan di Sumenep.

Menurut Hambali, bloking atau bagi-bagi jatah Kecamatan diantara komisioner saling bersepakat untuk mengisi penuh orang-orang pilihannya di kecamatan tertentu.

Isu bloking atau borong kecamatan, kata Hambali, sudah santer terdengar, meski saat ini masih tahapan tes wawancara bagi enam besar yang lulus tes tulis.

“Saya dengar kabar di Kecamatan Gili Genting dan Bluto, disepakati akan diisi penuh orangnya Hosnan. Begitu juga di Kecamatan Gayam, sudah disepakati akan diisi full orangnya Wahyu,” terang Hambali Rasidi yang mengaku banyak menerima pengaduan pasca hasil tes tulis Rekrutmen Panwascam beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Diduga Hasil Main Mata, Tiga Nama Panwascam Sumenep Beredar

Ditambahkan, isu borong kecamatan sudah banyak orang dengar. Sehingga ia merasa risih karena dinilai terlalu fulgar.

Indikatornya, ia mengaku ditunjukkan sejumlah nama yang bakal lulus sebagai tiga anggota Panwascam di masing-masing Kecamatan.

“Saya disodori banyak nama yang bakal lulus sebagai anggota Panwascam. Termasuk yang di Kecamatan Gili Genting, Gayam dan kecamatan lainnya. Semoga nama-nama yang beredar ini tidak benar. Kalau nama-nama yang beredar benar lulus di tiga besar, lantas saya harus ngomong apa? Apakah saya harus katakan Rekrutmen Panwascam Sumenep transparan dan jurdil, gitu?,” sambungnya.

Temuan lain disampaikan aktivis Sumenep Independen, Sahrul Gunawan, munculnya dugaan Kecamatan Gili Genting dan Bluto menjadi pilihan bloking Hosnan karena Ketua Panwaskab Sumenep ini kelahiran Gili Genting dan menikah ke Bluto.

Baca Juga: Hendak Masuk Jalan Desa Gulugur, Alat Berat Milik Dinas PU SDA Sumenep Ditolak Warga

Sedangkan Wahyu, komisioner Panwaskab Sumenep diketahui memiliki istri asal Kecamatan Gayam.

“Ini isu yang saya dengar. Semoga kabar ini salah yang dibuktikan dengan hasil pengumuman tiga besar bukan orang-orang yang ramai dibicarakan untuk lulus,” timpalnya.

Sebelumnya, Ketua Panwaskab Sumenep, Hosnan Hermawan saat dikonfirmasi mengklaim sudah berupaya maksimal dalam pelaksanaan tahapan rekrutmen.

“Nama-nama enam besar yang lulus murni hasil tes tulis, yang beredar diluar itu kan hanya isu, peserta yang lolos itu sudah sesuai dengan hasil tes,” tuturnya.

Baca Juga: Masa Perpanjangan Waktu, Dua Parpol Baru Daftar Ke KPU Kota Batu

Ditambahkan Hosnan, dari enam peserta yang dinyatakan lulus dimasing-masing kecamatan tidak ada satupun titipan dari pihak manapun.

“Test tulis itu yang menjadi barometer kami (komisioner). Dipersilahkan kaji ulang yang masuk enam besar dimasing-masing kecamatan,” ungkapnya singkat.

Saat hendak dikonfirmasi secara mendalam terkait isu bagi-bagi jatah ditubuh komisioner Panwaskab Sumenep, dua nomor pribadi yang biasa digunakan pria kelahiran pulau Giliraja ini tidak aktif.

Bahkan nomor terbaru yang media ini dapatkan dari orang dekatnya juga tidak bisa dihubungi.(Jar/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here