KLIK Nias Kecam dan Desak Penegak Hukum Uangkap Pencurian Benda-Benda Cagar Budaya di Wilayah Kepulauan Nias

Benda Cagar Budaya Nias, Batu Megalit yang hilang diwilayah Kecamatan Mandehe, Kabupaten Nias Barat

Nias, Selasa (12/12/2017) suaraindonesia-news.com – Komunitas Lentera Inspirasi Kepulauan (KLIK) Nias mengecam keras atas pencurian benda-benda cagar budaya di wilayah Kepulauan Nias, termasuk hilangnya Batu Megalit akhir -akhir ini di wilayah Kecamatan Mandehe, Kabupaten Nias Barat beberapa bulan yang lalu.

Pasalnya, yang hingga saat ini masih belum ada titik terang, untuk itu Klik mendesak pihak penegak hukum agar segera melakukan penyelidikan, termasuk mengungkap motif peristiwa atas kehilangan Batu Megalit tersebut.

Edizaro Lase Ketua Komunitas Lentera Inspirasi Kepulauan (KLIK) Nias mengungkapkan kepada media ini melalui siaran Persnnya Selasa (12/12 ) bahwa Akhir tahun 2017 ini, pihaknya dikagetkan dengan pembongkaran rumah-rumah adat di wilayah Kabupaten Nias Selatan yang sudah berumur dua ratusan tahun, karena tidak adanya biaya pemeliharaan, sehingga terpaksa dibongkar karena berpotensi roboh dan sangat mengancam jiwa Manusia.

“Akhir-akhir ini beredar juga informasi terkait pencurian benda cagar budaya Batu Megalit di Kecamatan Mandrehe, Kabupaten Nias Barat, Perihal ini kami mendesak agar proses penegakan hukum segera dilakukan,” tutur Edizaro Lase.

Untuk itu kata dia, KLIK Nias mendorong agar pengawasan dan penjagaan, baik di pelabuhan maupun di bandara, diperketat.

“Peristiwa pencurian benda cagar Budaya Nias semacam ini tidak hanya sekali terjadi, Ini sudah lama terjadi dan sering menjadi pembicaraan hangat di masyarakat umum di Daerah Pulau Nias maupun di luar Daerah,” tuturnya.

Namun ia menyayangkan, adanya kesan pembiaran, jadi menurutnya untuk mengantisipasi adanya benda-benda cagar budaya dibawa ke luar Kepulauan Nias tanpa ijin, pengawasan harus diperketat, tegasnya.

“Jadi, apabila kita memiliki pemahaman atau pengetahuan tentang benda cagar budaya, kita bisa mengidentifikasi identitas kita sebagai sebuah bangsa di masa lalu,” tuturnya.

Oleh karenanya, pihaknya berharap kepada pemerintah daerah agar bekerja untuk melestarikan dan mengelola secara tepat melalui upaya perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan benda-benda cagar budaya di Kepulauan Nias.

Untuk diketahui, Benda Cagar Budaya adalah benda alam dan/atau benda buatan manusia, baik bergerak maupun tidak bergerak, berupa kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya, atau sisa-sisanya yang memiliki hubungan erat dengan kebudayaan dan sejarah perkembangan manusia.

Reporter: Aro Ndraha
Editor: Supanji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here