Keuntungan Usaha Warkop Menggiurkan

Warkop

Sidoarjo, Suara Indonesia-News.Com – Perekonomian Indonesia makin lemah, yang berimbas pada pedagang khususnya yang yang sifatnya dikonsumsi oleh warga, seperti daging, tempe dan lain-lain. Sehingga pedagang banyak yang beralih profesi dan harus pintar menyiasati agar biaya hidupnya terpenuhi.

Salah satunya warga banyuwangi yang sudah berdomisili di Sidoarjo ini, Iksan (37) yang baru-baru ini buka warung kopi (warkop) sebagai usaha alternatif, karena selain mendatangkan banyak keuntungan juga minim modal, contohnya barang-barang tidak harus beli, melainkan dititipi oleh sales-sales dari berbagai tempat, baik dari surabaya, sidoarjo dan sebagainya.

Jadi yang punya warung tinggal menjual dengan harga lebih tinggi dari yang sales dari berbagai jenis makanan, minuman, misalkan kerupuk, sate usus, teh sasetan dan banyak yang lainnya.

Ditanya soal berapa laba dalam perhari, iksan enggan menyampaikannya, karena selaini ini jadi rahasia usahanya juga khawatir bisa menjadi hal yang bisa menjadi polemik antar pengusaha warkop.

“Kalau hasil cukuplah, tapi jangan dibuka ke umum, tidak enak sama yang punya warkop yang lain, biar tidak menimbulkan hal yang tidak di inginkan.

Dikonfirmasi ditempat lain, seperti benni warga sidoarjo yang juga buka warung di daerah wage tangkis sidoarjo ini menyampaikan bahwa laba perhari itu bisa mencapai Rp 600.000 dan paling sedikit Rp 350.000 bersihnya dengan buka warung 24 jam non stop. Bahkan benni sudah punya karyawan 2 orang, karena tempat ditempatnya agak jarang warung kopi (Warkop).

“Kalau perhari bersihnya kalau rame bisa mencapai Rp 600.000, tapi kadang hanya dapat Rp 350.000 karena disini agak jarang warkop, yang paling banya daerah yang dekat terminal bungurasih”. Katanya.

Benni melanjutkan bahwa warung ini mulai menjadi semakin menggiurkan di daerah-daerah kota, karena sekarang warkop jadi multi fungsi atau serba ada, yang dulunya hanya sebagai tempat minim kopi,jus dan jajanan ringan, sekarang juga dibuat untuk jualan kebutuhan pokok perut, seperti nasi soto,nasi rawon, nasi uduk dan sebagainya.

“Sekarang dikota-kota besar warkop semakin menggiurkan, karena sekarang warkop jadi multi fungsi, tidak hanya jualan kopi, teh, jananan ringan tapi juga bisa jualan nasi” lanjutnya.

Warung kopi selain karena sebagai usaha juga bisa menjadi ajang silaturrahmi, baik secara tidak disengaja maupun disangaja, misalkan kadang para karyawan atau mahasiswa bisa saling sapa ditempat warkop kepada orang baru, dan juga teman-teman lama untuk membahas suatu hal di warkop.

Hairul (24) misalkan salah satu mahasiswa di surabaya ini sering datang ke warung kopi baik untuk tujuan bahas akademiknya dikampus maupun hanya bersantai saja, karena selain enak juga harga di warkop relatif murah.

“Sering saya janjian ketemu diwarkop, kadang membahas hal-hal dikampus, tapi kadang juga buat santai saja untuk melepas penat” imbuhnya.(Hasan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here