Ketua LPMK: Pasar Murah Pemkab Sumenep Salah Alamat, Terkesan ‘Pencitraan’

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan (LPMK) Sumenep, Suryadi

Reporter: Sur

Sumenep, Selasa (13/06/2017) suaraindonesia-news.com – Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan (LPMK) Sumenep, Suryadi menilai pasar murah yang digelar Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, guna menekan lonjakan harga sembako saat ramadhan salah alamat.

Pasalnya, pasar murah tersebut digelar di daratan dan di daerah kota saja.

Menurutnya, seyogyanya pasar murah tersebut di gelar di daerah-daerah yang tingkat kesejahteraannya rendah dan kemiskinan yang tinggi.

“Seharusnya pemkab memang memikirkan rakyat yang ada digaris kesenjangan kesejahteraan dan kemiskinan, semisal di pelosok-pelosok daerah di daratan dan kepulauan,” kritik Suryadi.

Suryadi meminta pemkab setempat harus menberikan perhatian khusus. Apalagi di saat bulan ramadhan, biasanya kenaikan harga sembako tidak bisa ditekan, dan angka kenaikannya sangat tinggi.

“Kalau di kepulauan pasti naik, nah mengapa pemerintah kok tidak melaksanakan operasi pasar murah di sana (kepulauan),” tanya suryadi.

Oleh karena itu, ketua LPMK Sumenep tersebut menilai pemkab setengah hati untuk menekan kenaikan sembako dibulan ramadhan.

“Kalau pemkab serius, setidaknya bukan hanya pasar murah, tapi harus dicari strategi yang efektif itu,” cetusnya.

Dirinya menyarankan, langkah yang bisa diambil pemerintah bisa melalui pemangkasan proses pengiriman sembako ke kepulauan. Yakni dengan pemkab menyewa kapal untuk mengangkut barang-barang ke kepulauan.

“Jika Pemkab memang serius memikirkan rakyatnya, khususnya yang ada di kepulauan, barusnya pasar murah tidak hanya di perkotaan, ini kan terkesan pencitraan saja,” turup suryadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here