Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait, Mengecam Aksi Dugaan “Ciuman Massal” ASN Saat Perayaan Valentine Day di Nisel

Sabarman Zalukhu Bersama Arist Merdeka Sirait

Reporter: T2g

GUNUNGSITOLI, Jum’at (24/2/2017) suaraindonesia-news.com – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mengecam aksi dugaan “Ciuman Massal” Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Nias Selatan saat perayaan Valentine Day, 14 Februari 2017 lalu.

Arist meminta oknum PNS bersangkutan untuk diberhentikan karena menurutnya aksi tersebut sangat tidak pantas dilakukan oleh pelayan masyarakat.

“Seharusnya, oknum PNS yang terlibat dalam ciuman massal itu di berhentikan, karena menurutnya aksi itu tidak sepantasnya dilakukan apartur Negara atau pelayan masyarakat,” ujar Arist.

““Saya kira mereka (PNS yang melakukan ciuman) tidak dapat memberikan contoh, maka harus diberhentikan, karena tidak layak sebagai PNS, sebagai pelayanan dari masyarakat,” kata Arist, Rabu (21/2/2017). seperti yang dikutip dari Suara Nusantara.com, tanggal 23 Februari 2017.

Aksi Ciuman Massal Saat perayaan Valentine Day, 14 Februari 2017 lalu di Nias Selatan
Aksi Ciuman Massal Saat perayaan Valentine Day, 14 Februari 2017 lalu di Nias Selatan

Sementara Sabarnan Zalukhu, salah satu warga sekaligus ketua LSM Gempita Pulau Nias, juga ikut mendukung pernyataan Arist Merdeka Sirait yang mendorong agar dilakukan pemecatan kepada Oknum ASN dari Nias Selatan yang berbuat tidak senonoh di ruang publik.

“Saya mendukung pernyataan Pak Arist Merdeka Sirait agar hal seperti ini tidak terjadi lagi dan sekaligus membuat pelajaran buat kita semua yang menggunakan adat Timur agar tidak melakukan hal hal yang meremehkan adat istiadat kita di Pulau Nias,” tutur Sabarman.

Karena adegan ciuman itu, tidah hanya dilakukan dibagian pipi saja melainkan bagian bibir, dan ini menurutnya sangat tidak baik menurut adat warga Pulau Nias.

“Menurut saya, sah-sah saja pernyataan pak Arist sebagai Ketua Komnas PA karena tidak sepantasnya hal ini dipertontonkan dimuka umum, apalagi kalau sempat disaksikan oleh anak anak, jelas ini dapat mengganggu atau merusak mental generasi anak muda kedepan,” kata Sabarman.

Lanjut Sabarman, apalagi mereka adalah ASN yang semestinya mengerti hukum dan memiliki moral akhlak yang baik sebagai orang indonesia atau yang mengerti adat ketimuran, terlebih sebagai masyarakat Nias yang sangat menjunjung tinggi harkat dan martabat kaum hawa.

“Ini bukan masalah suami istri yang melakukannya, kita bicara moral dan etika,” tutur Sabarman.

Sabarman meminta, agar para oknum ASN ini segera minta maaf kepada seluruh masyarakan Nias. Pinta Sabarman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here