Kena Tilang di Jember Akan di Ceramahi lho

Beberapa Warga Yang Kena Tilang Mendapatkan Pencerahan Dari Salah Satu Ustad Yang di Tunjuk Polres Jember

Suara Indonesia-News.Com, Jember – Dalam Ops Simpatik Semeru jajaran Polres Jember juga memiliki sejumlah program inovatif di bidang lalu lintas yaitu penindakan tilang dengan ceramah agama yang artinya saat ada pengendara melakukan kesalahan maka Ulama atau ustadz akan menceramahi para pelanggar.

Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif melihat jember sebagai kawasan yang kental budaya santri. Mereka biasanya lebih hormat pada ulama, Maka itu jajatan polres jember yakin, leverage atau daya ungkit yang dihasilkan oleh ustadz akan berpengaruh besar. Khususnya, saat memberi pengertian tentang pentingnya berlalu lintas yang baik.
“Ini adalah salah satu strategi dalam melakukan pendekatan pada masyarakat. Polisi dituntut untuk bisa memahami karakteristik setempat. Kalau sudah begitu, langkah yang diambil dapat senada dengan atmosfer kearifan lokal. Warga juga merasa lebih aman dan nyaman ketika berada bersama polisi.”Jelas Sabilul Alif.
Khusus untuk inovasi ini Kapolres menitikberatkan pada pelanggar ringan seperti orang tua yang tidak melengkapi anaknya dengan helm saat menjemput pulang dari sekolah Atau pengendara yang tidak mengklik helm dan sepeda motor berspion satu.
Ustadz ini akan berceramah tentang kewajiban menjaga keamanan dan keselamatan diri dan orang lain. Jadi, sebenarnya menjaga ketertiban lalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Ada korelasi antara tertib aturan lalu lintas dengan ajaran agama.
“Tilang dengan ceramah ini juga bentuk kepedulian kami pada kearifan lokal Jember yang religius,” jelas AKBP. Sabilul Alif.
ia menambahakan, disamping giat tersebut diatas dalam rangka menanamkan pendidikan lalu lintas (law education) sejak dini, Polres Jember Saat ini juga menggagas program one school two police juga sedang dijalankan.
“Program ini bertolak dari keinginan mensosialisasikan UU 22 tahun 2009 tentang lalu lintas pada para pelajar. Polisi sudah berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat. Polisi selalu siap jika dipanggil ke sekolah untuk penyuluhan ini. Satu sekolah akan dihandle oleh dua polisi.”Pungkas Sabilul Alif. (Adhi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here