Kemiskinan di Grobogan Masih Memerlukan Perhatian Pemerintah

rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Grobogan di Pandapa Kabupaten Grobogan, Senin (6/11/).

GROBOGAN, Senin (06 November 2017) suaraindonesia-news.com – Capaian indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Grobogan di bawah rata-rata Jawa Tengah dengan angka harapan hidup 74.37, harapan lama sekolah 12.26, rata-rata lama sekolah 6.62, pengeluaran perkapita 9.487.

Tidak hanya IPM yang masih mengalami dibawah rata-rata Jawa Tengah, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Grobogan juga masih dibawah capaian Jawa Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan Setda Grobogan Mohamad Sumarsono dalam rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Grobogan di Pandapa Kabupaten Grobogan, Senin (6/11/).

Sementara untuk inflasi di Kabupaten Grobogon kata Setda masih relatif tinggi dibandingkan Jawa Tengah, dengan inflasi yang masih tinggi akan mengakibatkan terjadinya kemiskinan sangat tinggi di suatu wilayah, dengan inflasi yang rendah dapat mengurangi tingkat kemiskinan dan ketimpangan terutama bila harga pangan setabil, mengingat konsumsi pangan mempunyai pasar besar pada pengeluaran kelompok masyarakat miskin.

Baca Juga: Tak Puas Hasil Pilkades, Ketua Komisi ll DPRD Pamekasan Ikut Demo 

“Perkembangan tingkat kemiskinan di Jawa Tengah menurun, penurunan kemiskinan pada periode Maret 2016 – Maret 2017,’ terang Setda.

Sementara pada periode Maret 2017, menurut Setda, Provinsi Jawa Tengah mampu menekan tingkat kemiskinan menjadi 13.01% ( 4.450,72 ribu jiwa ) atau turun sebesar 0,26 dari periode Maret tahun 2016 yaitu sebesar 13.27% ( 4.506,89 ribu jiwa.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Grobogan Sri Sumarni, Setda Grobogan, Ketua DPRD Kabupaten Grobogan, Kapolres Grobogan dan para undangan yang ada kaitannya langsung atau berhadapan dengan masyarakat, khususnya Kepala Desa.

Bupati Grobogan Sri Sumarni, mengatakan, kemiskinan di Grobogan di angka 13,57% itu data yang riel, dan ia yakin tidak sebesar itu.

“Ini sedang dilakukan verifikasi, kerjasama dengan Kepala Desa, Kecamatan, dan Dinas Sosial harus turun ke bawah untuk membantu mendata kembali dengan data benar benar riel dan valid,” tutur Sri Sumarni.

Baca Juga: Diduga Cabuli Siswinya, Oknum Guru di Sampang Dilaporkan Polisi 

Lanjut Sri Sumarni, masalahnya untuk tahun 2017 ini ia mengaku masih fokus dalam pembangunan infrastruktur jalan. Untuk 2018 – 2019 kita harus bisa memperkecil angka kemiskinan di Kabupaten Grobogan, dengan sifat gotong royong dari peran swata, BUMN, BUMD.

“Dengan gotong royong, pasti akan mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Grobogan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan, pada tahun sebelumnya, yang menjadi kendala untuk penanggulangan kemiskinan pada data yang tidak valid, data ini harus segera diperbaiki dengan sifat gotong royong.

“Pemerintah Kabupaten Grobogan sudah mempersiapkan setrategi untuk penanggulangan kemiskinan, dengan mengurangi beban pengeluaran jaring pengaman sosial, meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil, dan mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan,” paparnya.

Perkembangan kemiskinan di Kabupaten Grobogan semakin berkurang, dari jumlah penduduk miskin Kabupaten Grobogan tahun 2012 – 2016 semakin berkurang, dimana pada tahun 2012 sebanyak 210.800 jiwa turun menjadi 184.100 jiwa, pada tahun 2016, turun  26.700 jiwa.

“Namun itu semua masih diatas capaian kemiskinan Jawa Tengah,” Tukasnya. (Miftakh/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here