Kementan Beri Bantuan Puluhan Ribu Benih Jeruk Bebas Penyakit

Penyerahan benih jeruk bebas penyakit secara gratis

KOTA BATU, Minggu (22/4/2018) suaraindonesia-news.com – Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2018 memberikan bantuan puluhan ribu benih jeruk bebas penyakit ke beberapa wilayah di Indonesia.

Kali ini sebanyak 21 ribu benih jeruk yang diangkut menggunakan 5 truk, Sabtu (21/4/2018) siang diberangkatkan dari Kebun Percobaan (KP) Punten milik Balitjestro, Kecamatan Bumiaji kota Batu Jawa Timur kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah.

Truk pengangkut jeruk ini dilepas oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro), Muhammad Taufiq Ratule.

“Benih jeruk yang kita kirim ini sebenarnya total 35 ribu batang, tapi yang kita Angkut sekarang berjumlah 21 ribu bibit, tahap selanjutnya sisanya,“ terang Taufiq.

Pengiriman bantuan jeruk bebas penyakit ini merupakan bagian dari penandatanganan kesepakatan antara Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian dengan Pemkab Batang.

Dari 14 macam varietas yang dikembangkan Balitjestro, jeruk yang dikirim ke Batang sebanyak 5 varietas, yakni Sima Madu, Keprok Batu, Keprok RGL, Keprok Gulung dan Keprok Terigas.

Baca Juga: Yuni Shara Semarakan Kartinian di Kota Batu 

Selain Pemkab Batang, program inovasi yang sama akan dilaksanakan di Pemkab Banyuwangi. Tidak sekedar memberikan bantuan bibit, Badan Litbang akan melakukan pendampingan.

“Kita akan bangun demplot khusus seluas 10 hektar, disamping plasma seluas 100 hingga 300 hektar. Plasma ini yang kelola adalah Pemkab, sementara belajarnya di demplot kita,“ katanya.

Kawasan ini berbasis inovasi dengan menerapkan sistem tanam baru yakni sistem tanam rapat. Sistem baru dengan pola pemangkasan dan pemupukan yang benar, bisa menghasilkan jeruk 40 hingga 50 ton perhektar.

Saat ini produksi jeruk per hektar masih berkisar 15 hingga 20 ton, padahal seharusnya  bisa mencapai 30 hingga 50 ton.

“Penyebabnya banyak, bisa karena kesalahan pemeliharaan, petani banyak yang menggunakan bibit tidak bebas hama. Bibit bantuan dipastikan bebas hama, karena induk benih ini sudah dibersihkan di laboratorium tanaman sebelum dimasukkan screen, semacam green house,” terangnya.

Upaya pemberian bantuan benih jeruk secara cuma – cuma ini tidak lain untuk menambah produksi jeruk di Indonesia, agar tidak perlu mengimpor jeruk lagi.

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here