Kemenlu Jembatani Kopi Bondowoso Masuk Pasar Amerika Latin

Dari kiri: Bupati Bondowoso, Direktur II Kemenlu RI, Ketua LP2M Universitas Jember. (Foto: Guntur Rahmatullah/ SI)

JEMBER, Selasa (17/7/2018) suaraindonesia-news.com – Kopi arabika java-ijen raung khas Bondowoso akan semakin mendunia. Pasalnya kopi dengan citarasa spicy dengan sedikit aroma jahe ini menjadi pilot project dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia untuk dipasarkan ke Amerika Latin.

Indonesia sendiri telah mengantongi perjanjian kerjasama perdagangan dengan Chile melalui Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) yang ditandatangani Desember 2017. Perjanjian inilah yang sedang diusahakan oleh pihak Kemenlu RI dalam mempromosikan produk-produk Indonesia.

“Kita coba, kita manfaatkan perjanjian kerjasama perdagangan Indonesia-Chile untuk memasukka produk-produk kita ke sana,” terang Direktur Amerika II Kementerian Luar Negeri, Julang Pujianto dalam press rilis usai Sarasehan Peningkatan Ekspor Kopi dan Kakao Indonesia ke Mancanegara dan Sosialisasi Indonesia-Latin America and Carribean Business Forum di salah satu hotel di Jember, Selasa (17/7/2018) siang.

Menurutnya Kemlu memiliki fungsi membantu produk-produk Indonesia seperti Kopi Bondowoso untuk dipasarkan ke luar negeri seperti pasar Amerika Latin, dan dengan perjanjian tersebut, perdagangan Indonesia berpotensi tarif yang rendah bahkan nol rupiah.

Dalam upaya menembus Pasar Amerika Latin, beberapa pesaing telah menunggu seperti China, Korsel, Jepang, India, Thailand, Vietnam, Singapura, Malaysia telah berlomba mengamankan tempat di kawasan tersebut dan beberapa di antaranya telah melakukan kerjasama perdagangan bebas.

Suasana sarasehan sosialisasi Indonesia-Latin America and Carribean Business Forum 2018 di salah satu hotel di Jember. (Foto: Guntur Rahmatullah/ SI)

“Tugas kami mencarikan peluang-peluang pasar bagi produk-produk di sini khususnya kopi dan coklat,” imbuhnya.

Eksotisnya pasar Amerika-Latin dan Karibia dijelaskan oleh Direktur II Kemenlu RI, bahwa Kawasan Amlatkar (Amerika latin dan Karibia) merupakan mitra non-traditional bagi Indonesia dan pasar yang potensial bagi ekspor Indonesia. 2017 total perdagangan Indonesia dengan kawasan Amlatkar mencapai USD 7,42 miliar. Angka tersebut baru sekitar 2,27% dari total perdagangan Indonesia dengan dunia pada 2017 yang keseluruhannya mencapai USD 325,81 miliar, dan hanya 0,03% dari total perdagangan kawasan Amlatkar dengan dunia mencapai USD 1,98 triliun pada 2017.

Menariknya sarasehan yang terselenggara berkat kerjasama Kemenlu RI dengan Universitas Jember ini menghasilkan komitmen bersama dari para peserta dimana dalam jangka waktu setahun ke depan ditargetkan harus ada satu produk yang masuk ke pasar Amerika Latin.

Sementara itu, Bupati Bondowoso, Amin Said Husni berkomitmen untuk mengoptimalkan peluang yang diberikan oleh Kemenlu RI.

“Kita menyambut baik peran dari Kemlu dengan menjembatani Bondowoso sebagai produsen kopi dengan pasar di Chile sehingga ini diharapkan bisa konkrit dan berkelanjutan, itu yang paling penting bagi para petani kopi di Bondowoso,” terang Bupati Bondowoso, Amin Said.

Kopi Bondowoso sendiri sudah menembus Pasar Eropa, seperti Belanda, Swiss, dan sejumlah negara di Asia.

Sementara itu, pihak Universitas Jember bersedia untuk melakukan pendampingan kepada para petani kopi dalam peningkatan kualitas.

“Ini adalah momen luar biasa dimana ada perpaduan sinergitas ABG (Akademisi, Business dan Goverment), Universitas Jember dalam konteks ini mempunyai komitmen untuk memfasilitasi petani siap memproduksi sesuai spek yang diinginkan buyer, termasuk juga membantu mengelola petani kopi dalam menjalankan usahanya,” janji Ketua LP2M Universitas Jember, Achmad Subagio.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here