Kemenag Sebut 50 Persen CJH Kabupaten Sumenep Beresiko Tinggi

Tampak dari depan kementrian agama kantor kab sumenep

SUMENEP, Selasa (10/07/2018) suaraindonesia-news.com – Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Rifa’i Hasyim menyampaikan, sebanyak 50 persen dari 666 Calon Jemaah Haji (CJH) asal kabupaten Sumenep berisiko tinggi (resti), baik karena sakit, mengidap penyakit bawaan, kondisi kesehatan kurang fit, maupun karena telah berusia lanjut (lansia).

“Dari 666 CJH tersebut, 50 persen memang beresiko tinggi karena ada yang telah berusia lanjut dan sebagian kondisinya juga kurang fit,” ujar Rifa’i Hasyim, Selasa (10/07) melalui sambungan selulernya.

Kendati demikian, lanjutnya, CJH tidak perlu khawatir, karena Kemenag sudah meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk memeriksa kesehatan CJH secara intensif dan diberikan vaksin miningitis.

“Saat ada manasik massal beberapa waktu lalu. Kami datangkan Dinkes, dan jemaah yang belum mendapat vaksin miningintis sudah divaksin waktu itu,” tuturnya.

Rifa’i berharap, CJH tetap menjaga kesehatannya sendiri, meskipun mendapat pemantauan intensif dari petugas kesehatan. Selain kondisi cuaca yang berbeda dengan Pulau ujung timur Madura, aktivitas CJH selama menjalankan ibadah haji cukup padat.

“Kami doakan para CJH tetap sehat selama menjalankan rukun Islam kelima ini di Tanah Suci. Semoga menjadi haji mabrur,” pungkasnya.

Diketahui, sebanyak 666 CJH asal Kabupaten Sumenep yang akan berangkat tahun ini dibagi dalam dua kloter, yakni kloter 10 dan 11. Kloter 10 sebanyak 221 orang, sedangkan kloter 11 berjumlah 445 orang.

Reporter : Syaiful
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here