Kejari Tahan Lagi Satu Tersangka Pengadaan Buku Fiktif

Nur Chusniah Kepala Kejari Batu

KOTA BATU, Kamis (23/11/2017) suaraindonesia-news.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu, kembali menahan satu orang lagi tersangka berinisial MS alias Kancil atas kasus dugaan korupsi pengadaan buku fiktif di Kantor Perpustakaan Kota Batu tahun 2016. MS dijebloskan ke LP lowokwaru setelah menjalani pemeriksaan diruang Pidsus Kejari Batu, Kamis (23/11/2017) siang.

Dari lima tersangka, sudah empat orang yang ditahan Kejari, kini tinggal satu orang yang belum ditahan Kejari Batu, satu orang berinisial PPS itu dalam waktu dua hari atau tiga hari akan ditahan, PPS dtetapkan menjadi tersangka pengadaan buku fiktif di lingkungan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu.

Nur Chusniah Kepala Kejari Batu mengatakan pemanggilan tersangka MS itu mestinya hari Senin ((20/11/2017) lalu, namun pengacaranya menyampaikan kepada Kejari Batu bahwa kliennya tidak datang karena masih sedang ada di Jakarta, dan akan datang memenuhi pemanggilan Kejari, Kamis (23/11/2017).

“Setelah menjalani pemeriksaan akhirnya Kejari menahan MS ke LP lowokwaru, dan satu orang lagi berinisial PPS rencananya akan menjalani periksaan sebagai tersangka, Kejari akan melakukan penjadwalan ulang terhadap dua orang tersangka,” kata Chusnul saat ditemui usai memberikan sosialisasi Undang-undang tentang Organisasi Masyarakat kepada pengurus Ormas se Kota Batu, di BO Pemkot Batu, Kamis (23/11/2017).

Menurutnya, lima orang tersangka itu ditetapkan Kejari Batu dalam kasus pengadaan buku fiktif di dua proyek yakni di Bapeda dan Kantor Perpustakaan.

Ditanya kapan akan dilakukan pemanggilan ulang, Nur Chusniah enggan menyebutnya, namun dia berharap TTS dengan sukarela memenuhi pemanggilan berikutnya yang dijadwalkan oleh Kejari Batu.

“PPS adalah tersangka dari dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Batu dan satu orang MS yang ditahan ke LP lowokwaru itu adalah dari Kantor Perpustakaan Kota Batu,” jelasnya.

Menurutnya, ada lima tersangka di dua proyek yang didanai APBD tahun 2016 itu, yakni dua orang dari Bappeda Kota Batu dan tiga orang dari Kantor Perpustakaan Kota Batu termasuk rekanan proyek, Ke lima tersangka itu yakni di Perpustakaan TW, ECU dan MS, sedang Di Bappeda ST Dan PPS.

Mereka terjerat kasus dugaan korupsi Di kantor Perpustakaan itu terkait pembuatan buku fiktif berjudul Pokok-Pokok Pikiran ER Memajukan Kota Wisata Batu, sedang dari Bappeda itu terkait pengadaan buku buku fiktif profil Daerah Kota Batu.

“Akibat pengadaan buku fiktif di Perpustakaan itu Negara dirugikan Rp 144 Juta an, sedang di Bappeda, Negara dirugikan sekitar Rp 140 Juta,” Jelasnya (Adi Wiyono/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here