Kejari Lamongan Tahan Dua Anggota DPRD

Reporter : Mustain/as

Lamongan, Suara Indonesia-News.Com – Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan langsung mengirim dua orang tersangka kasus korupsi Perjalanan Dinas (Perdin) ke sel tahanan, Rabu (3/2/2016).

Keduanya adalah Sutardjo Syafe’i dari fraksi PKB dan Nipbianto dari fraksi PDI Perjuangan. Dua orang itu masih menjabat aktif sebagai anggota DPRD Lamongan. “Langsung kita kirim (di penjara, red),” ungkap Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lamongan Edy Subhan.

Dua orang tersebut, praktis menyusul empat tersangka kasus korupsi Perdin yang telah lebih dahulu di tahan oleh Kejari.

“Dua orang, anggota DPRD aktif ini terkait kapasitasnya terhadap kasus Perdin,” sambung Edy.

Keempat orang yang telah lebih dahulu dijebloskan ke hotel prodeo adalah Jimmy Harianto yang mantan Ketua Komisi A, A Fatchur, mantan Ketua Komisi B dan Sulaiman mantan Ketua Komisi D DPRD Lamongan serta Muniroh selaku rekanan penyedia jasa perjalanan dinas. Sebelum penahanan, sebenarnya tim pengacara dari keduanya sudah membuat surat permohonan penangguhan penahanan.

“Kami menghormati ada surat permohonan penangguhan penahanan dari pengacara,” lanjut Edy.

Bahkan, upaya untuk tidak sampai di tahan, penasehat hukum keduanya juga menyertakan dokumen baru yang menyangkut keterlibatan nama Maskuriyah, istri mantan Ketua DPRD Lamongan periode 2009-2014 dalam perkara korupsi Perdin 2012.

Ungkapan senada juga disampaikan Agus Happy Wajariyanto, penasehat hukum Sutardjo Syafe’i dan Nipbianto. Ia membenarkan bahwa kedua kliennya langsung ditahan oleh Kejari. “Iya ditahan,” ucapnya singkat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here