Keikutsertaan Perempuan Jadi Panwascam Jember Rendah, Ini Tanggapan Bupati

oleh -21 views
93 Panwascam Jember saat diambil sumpah oleh Bawaslu Jawa Timur. (Foto : Guntur/SI)

JEMBER, Rabu (8 November 2017) suaraindonesia-news.com – Partisipasi menjadi tolak ukur penerimaan atas sistem politik yang dibangun oleh sebuah negara. Maju dan berkembangnya pembangunan dalam suatu negara sangat tergantung dari keterlibatan warga negaranya tanpa membedakan jenis kelamin, baik itu laki-laki maupun perempuan, mengingat partisipasi politik itu sendiri merupakan salah satu aspek penting demokrasi.

Begitu pula dalam keikutsertaan baik laki-laki maupun perempuan untuk menjadi panitia pengawas dari sebuah pesta demokrasi baik itu pemilihan umum juga pemilihan umum kepala daerah.

Disebutkan dalam UU Nomer 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, tepatnya pada pasal 22 ayat 1, disebutkan bahwa keterwakilan perempuan dalam menjadi anggota tim seleksi sedikitnya minimal 30 persen.

Merujuk pada ketentuan tersebut, faktanya kesadaran perempuan Indonesia untuk tampil dalam ajang pesta demokrasi ternyata masih rendah.

Baca Juga: Kumpul Kebo Dengan Janda, Oknum Guru SDN Sumberkare-1 Digrebek Pol PP 

Hal tersebut tergambar jelas saat Panwaskab Jember melantik 93 Panwascam, dimana hanya 4 orang di antaranya perempuan, Rabu (8/11) pagi. Tentu ini sangat jauh dari angka 30% yang diamanatkan oleh UU Pemilu.

Ketua Panwaskab Jember, Abdullah Waid mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi secara massif baik melalui media massa maupun melalui pengumuman di setiap kantor kecamatan maupun desa.

“Kemungkinan besar pada kesadaran perempuan untuk ikut andil dalam penegakan demokrasi masih minim, kalau sosialisasi kami sudah massif,” kata Waid.

Kondisi ini pun tak luput dari sorotan sang Bupati yang menjadi saksi dilantiknya para panwascam untuk Pemilihan Gubernur Jatim 2018 dan Pemilihan Umum 2019, yang bertempat di Gedung Aula Dispendik setempat.

“Ternyata minat perempuan menjadi pengawas tidak sebesar minat laki-laki,” tutur Bupati Jember, dr. Hj.Faida, MMR bernada guyon saat beliau menyampaikan sambutan di depan para Panwascam, Panwaskab, Forpimda serta Bawaslu Jawa Timur yang hadir.

Menanggapi rendahnya keikutsertaan perempuan, Bupati Jember berharap minat perempuan untuk terjun dalam dunia demokrasi lebih meningkat ke depannya.

“Saya lihat memang kuota 30% nya tidak terpenuhi, saya berharap perempuan lebih banyak berminat dalam dunia demokrasi,” harapnya.

Bupati pun mengingatkan kepada para panwascam yang dilantik untuk selalu mengedepankan kepentingan negara dari pada pribadi.

“Panwascam adalah kehormatan dari Negara, oleh karenanya jalankan amanat ini sebaik-baiknya,” tutur Bupati mengingatkan. (Gun/Jie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *