Kasus Asusila Anak di Kabupaten Sampang Tinggi

Gambar : Illustrasi

            Suara Indonesia-News.Com, Sampang –Tingginya kasus asusila terhadap anak di bawah umur yang terjadi diwilayah hukum Kabupaten Sampang membuat Kabupaten yang terletak di pulau garam ini dinilai tidak layak sebagai Kabupaten untuk anak.

Abi Kusno Kepala Bidang (Kabid) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kabupaten Sampang saat di temui diruang kerjanya mengatakan, indikator layak untuk anak saat ini masih merah. Artinya, banyak fasilitas penunjang untuk kehidupan anak di Sampang yang masih kurang.

“Indikatornya ada 31, sementara untuk saat ini Sampang masih merah, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa kuning,” tuturnya, kemarin.

Lanjut Abi, banyaknya kasus pencabulan di Sampang, P2TP2A yang di tanganinya belum sepenuhnya bekerja secara maksimal, hal itu lantaran minimnya fasilitas seperti penampungan maupun sarana pembinaan.

” Semisal belum ada sarana balai pemasarakatan (Bapas) hal itu juga menjadi kendala di Sampang untuk menangani para pelaku pencabulan,” tandasnya.

Sementara itu Abi berharap peran serta masyarakat untuk bisa memantau para putra putrinya agar tidak sampai terjerumus ke prilaku yang melanggar asusila.

” Untuk memeranggi kasus asusila ini bukan hanya peran P2TP2A saja akan tetapi semua masyarakat harus sadar menjaga putra putrinya terutama tentang pergaulan bebas,” tegasnya.

Sekedar diketahui, kasus tindak pidana asusila selama tahun 2014 lalu sebanyak 20 kasus, sedangkan di awal tahun 2015 ini saja sudah 2 kasus.(nor/luk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here