Kapolri Tito Karnavian Luncurkan Tujuh Pelayanan Publik

Reporter: Mustain

Sidoarjo, Kamis 01/09/2016 (suaraindonesia-news.com) – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian meluncurkan tujuh pelayanan publik di lingkungan Kepolisian Daerah Jawa Timur sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Presiden Joko Widodo telah menerobos kelaziman ini karena menaruh harapan kepada Kepada Tito Karnavian.

“Sejak dilantik menjadi Kapolri, saya mendapatkan pesan dari Pak Presiden untuk mengemban empat hal yaitu pertama meningkatkan kepercayaan publik, peningkatan pelayanan publik berbasis teknologi informasi, peningkatan profesionalisme penegakan hukum dan yang terakhir adalah menjaga stabilitas keamanan dan ketertipan,” serta perlindungan terhadap kelompok marginal katanya saat peluncuran tujuh inovasi pelayanan publik di Polres Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis, (01/09/16).

Ia mengemukakan pada awal-awal bertugas menjadi seorang polisi dirinya masih sempat menemui seorang anggota kepolisian yang setengah hati untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Saat itu, ada seorang anggota polisi yang diminta untuk membuat surat kehilangan mobil. Tetapi pada saat melayani terlihat setengah hati dan hal ini yang harus dihilangkan,bila tidak segera diatasi,tidak hanya masyarakat yang dirugikan, namun juga polri itu sendiri,” katanya.

Oleh karena itu,kata Kapolri salah satu faktor yang bisa menjadikan polri lebih profesioanal dan reformis dalam melaksanakan tugas pelayanan adalah faktor kepemimpinan.pemimpin Yang mampu membawa organisasi polri menjadi lebih mumpuni dalam melaksanakan tugas pokoknya.pemimpin Yang diharapkan sebagai”Agent of Change” yang artinya pelopor bagi organisasinya untuk melakukan perubahan.

Pemimpin yang memiliki integritas tinggi,profesional dan mampu membawa perubahan dalam organisasinya demi terwujudnya pelayanan prima kepolisian.

yang selama ini masih kurang baik dan dalam kesempatan ini dirinya ingin menyampaikan kalau jajaran memerlukan pelayanan publik berbasis informasi teknologi.

“Salah satunya adalah dengan menggunakan teknologi informasi seperti penggunaan telepon genggam, karena selama ini orang seakan menjadi bagian tubuh itu,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Tito Karnavian menyempatkan diri melihat sejumlah inovasi pelayanan publik yang ditampilkan oleh Polres Sidoarjo yang menampilkan kecepatan pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) berbasis dalam jaringan.

“Dengan model ini, pembuatan SKCK yang biasanya membutuhkan waktu sampai dengan tiga hari, kini bisa dipangkas menjadi tiga puluh menit,” kata Kapolres Sidoarjo, Ajun Komisaris Besar Polisi Anwar Nasir.

Inovasi pelayanan publik lainnya juga disampaikan oleh Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Polisi Sabilul Alif yang membuat inovasi We Are Ready (WAR) dan juga Kentongan Online Berbasis Android.

“Dalam inovasi ini kami juga memberikan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan menggunakan kendaraan roda dua. Artinya kendaraan tersebut akan berkeliling ke desa-desa untuk membantu warga masyarakat. Jadi masyarakat tidak perlu lagi ke kantor Samsat, tetapi penerimaan negara tetap ada,” katanya.

Tujuh inovasi tersebut selain dari Polres Jember dan Polres Sidoarjo juga ada dari Polres Gresik yang menampilkan Go SIGAP, Panic Button On Hand dari Polres Malang, Sistem Operasional Terpadu Online dari Polres Lamongan, Crime Alarm System dari Polres Bojonegoro dan Sistem Siaga Bumi Wali dari Polres Tuban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here