Kapolres Jember Warning Konvoi dan Coret-Coret Usai UNAS

Suara Indonesia-News.Com, Jember – Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tahun pelajaran 2014/2015 untuk SMP, SMA dan Sederajat yang sebentar lagi akan dilaksanakan, Polres Jember bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember menyelenggarakan sosialisasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dengan tema “MARI SONGSONG MASA DEPAN DENGAN UN : JUJUR, BERMARTABAT, BERETIKA, TANPA KONVOI DAN CORAT-CORET”

Sekitar 100 Kepala Sekolah SMP, SMA dan Sederajat hadir mengikuti acara sosialisasi tersebut yang diadakan di Sekolah SMP 7 Jl. Cenrawasih, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, Jember, Kamis (9/4) pukul 09.00 hingga usai pukul 09.45 WIB. 

Selain para kepala sekolah SMP, SMA dan sederajat, Kapolsek jajaran Polres Jember yang berjumlah 30 orang turut hadir pada acara dimaksud bersama Kasatbinmas AKP Ni Luh Sri Artini serta beberapa perwira staf Polres Jember.

Kapolres Jember AKBP M. Sabilul Alif, SH, SIK yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Jember Drs. Bambang Hariono pada kesempatan itu berpesan agar pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2014 tingkat SMP, SMA dan sederajat dapat terlaksana dengan jujur, bermartabat, beretika tanpa konvoi dan corat coret.

Ujian Nasional (UN) yang jujur, bermartabat, beretika tanpa konvoi dan corat coret menurut Kapolres Jember dapat tercerminmelalui sikap dan prilaku dari anak-anak sekolah yang santun pada saat mengikuti UN dengan tidak membawa HP untuk mencegah peluang terjadinya kecurangan, tidak melakukan pelangaran seperti menyontek, ribut dalam ruangan atau mengganggu peserta UN lainnya. Sedangkan pada saat selesai UN anak-anak sekolah harus menjaga sikap untuk tidak berselebrasi mecorat-caret seragam sekolah dan konvoi kendaraan keliling kota atau pesta minum-minuman keras.

“Seragam sekolah, oleh Kapolres Jember dihimbau agar disumbangkan kepada sekolah untuk dapat diberikan kepada siswa lain yang kurang mampu. Sementara pasca pelaksanaan UN, secara tegas Kapolres melarang adanya konvoi kendaraan keliling kota sebab selain mengancam keselamatan nyawa diri sendiri dapat pula mengancam keselamatan nyawa orang lain. Karena itu, Jika nantinya masih ada anak-anak sekolah yang berkonvoi kendaraan keliling kota, Polres Jember tidak segan-segan melakukan tindakan tegas demi ketertiban umum di kabupaten Jember.

Kapolres juga berpesan agar personil yang melaksanakan pengamanan supaya tidak menggunakan uniform dinas Polri, melainkan berpakaian bebas pantas, bisa dengan  menggunakan baju batik atau sejenisnya dengan tetap menjaga sikap, sehingga siswa-siswi peserta UN tidak merasa takut atau grogi.

Adapun jika terdapat pelanggaran di dalam ruangan, Kapolres menghimbau agar personil Polri yang melaksanakan pengamanan tidak serta-merta melakukan peneguran terhadap peserta UN, tetapi disampaikan kepada guru pengawas yang berwenang.

Sementara penyelenggaraan sosialisasi ini didukung penuh oleh Kadispendik Kabupaten Jember Drs. Bambang Hariono yang saat itu mendamping Kapolres Jember.

Bambang turut berpesan agar para kepala sekolah yang hadir supaya benar-benar mengikuti arahan yang telah disampaikan oleh kapolres Jember, dan nantinya dapat disampaikan ulang kepada siswa-siswi di sekolahnya masing-masing. Sebab langkah yang telah diambil oleh Polres Jember ini merupakan langkah positif yang harus didukung penuh,”ujarnya mengapresiasi. (Adhi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here