Kapolres Jember : Begal Melawan, Tembak !

Pembegal dengan inisial S, dilarikan ke RSD. dr. Soebandi untuk mendapatkan pengobatan atas tindakan tegas kepolisian berupa penembakan kepada tersangka. (Foto: Guntur Rahmatullah/ Suara Indonesia News)

JEMBER, Jumat (2/3/2018) suaraindonesia-news.com – Aksi pembegalan dengan menyasar ibu rumah tangga yang sedang berangkat ke pasar untuk berbelanja kembali terjadi. Hal tersebut dialami oleh Umrotul Laili, seorang ibu rumah tangga asal desa Paleran .

Dia menceritakan bahwa dirinya pergi ke pasar sukorejo sekitar pukul 05:00 WIB, Minggu (25/2/2018).

Untuk menuju ke pasar tersebut, Laili melewati jalan Paleran Sukorejo dengan mengendarai motor matic.

“Saya pertama tidak merasa dibuntuti, tiba-tiba ada dua orang pria berboncengan mengendarai motor matic berusaha menyalip sambil mengatakan minggir kepada saya,” kata Laili kepada media.

Namun Laili tidak menyerah begitu saja, dia terus menarik gas dan berusaha lari dari kejaran begal tersebut.

“Begal tersebut pun berusaha memotong laju motor saya, namun saya tetap bisa menghindar,” ucap Laili menambahkan.

Kedua begal itu pun berhasil memberhentikan motornya, dan salah satu begal turun dari motornya.

“Lalu saya tendang dan mengenai bagian kemaluan salah satu begal tersebut lalu jatuh dalam posisi duduk,” ucapnya.

Kemudian begal satunya pun mengeluarkan 2 buah celurit dengan mengancam.

“Kalau melawan, mati kamu,” ucap Laili menirukan ancaman pembegal tersebut.

Pembegal itu memegang tangan Laili sampai memar, memukul kepalanya dan menendang hingga Laili jatuh tersungkur ke sungai yang berada di pinggir jalan tersebut.

Pembegal itu pun lari dan membawa kabur motor matic milik Laili dan mengambil dompetnya.

Laili pun melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

“Saya salut kepada kepolisian resmob Jember barat, dalam waktu 3 x 24 jam sudah bisa menangkap pembegal tersebut dan akhirnya kali ini motor saya sudah bisa kembali,” ucapnya saat gelar rilis di Mapolres Jember, Kamis (1/3/2018).

Kapolres Jember, AKBP. Kusworo Wibowo mengatakan bahwa pembegal dengan inisial S adalah residivis kambuhan dengan modus yang sama.

Sempat terjadi penembakan oleh polisi kepada tersangka tersebut karena berusaha melawan dan membahayakan nyawa polisi.

“Begal, melawan, tembak,” ucap Kapolres menerangkan tindakan yang dilakukan prajuritnya berdasarkan Keputusan Kapolri nomer 1 tahun 2009 dimana petugas kepolisian dalam menjalankan tugas, jika terancam keselamatan nyawa dirinya maupun nyawa orang lain berhak langsung menembak.

Tersangka atas kasus pembegalan berjumlah 2 orang, pembegal berinisial S telah berhasil ditangkap, sedangkan tersangka lainnya berinisial H, buron dan dalam proses pencarian.

Dalam rilis, motor matic diserahkan langsung oleh Kapolres Jember kepada pemiliknya tanpa tebusan sepeser pun.

Tersangka dijerat dengan pasal 365 ayat 2 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman 12 tahun penjara.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here