Kapal Laut Dianggap Tak Layak Untuk Penumpang, Mahasiswa Kepulauan Geruduk Kantor DPRD Sumenep

Aksi Demonstrasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep

SUMENEP, Rabu (13/12/2017) suaraindonesia-news.com – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Mahasiswa Kangean Indonesia (KMKI) bersama masyarakat Kepulauan Kangean melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep di
Jl. Trunojoyo No.124, Bangselok, Rabu (13/12/2017).

Dalam aksi demo kali ini KMKI menyuarakan Kapal yang layak bagi masyarakat Kepulauan Sumenep, khususnya Kepulauan Kangean.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Rahman dalam orasinya menyampaikan, keluhan tersebut sudah lama disuarakan tapi sampai saat ini belum juga didengar dan ditindaklanjut oleh Pemerintah Sumenep.

“Kapal layak adalah kebetuhan kami, oleh karenanya DPRD khususnya Komisi C yang membidangi ini jangan hanya duduk manis di dalam kantor, tolong dengar suara rakyat pulau. Sampean dipilih untuk membenahi keadaan, bukan malah diam dan tidak respon terhadap keadaan,” katanya.

Rahman juga mendesak terhadap anggota DPRD untuk memberhentikan operasional kapal DBS 1 trayek Kalianget-Kangean yang dianggap tidak layak dan terkesan tidak memanusiakan para penumpang, karena antara barang, hewan dan manusia melebur jadi satu di dalamnya.

Baca Juga: Bantuan Hibah Tak Dicairkan, Puluhan Masyarakat dan Ketua Komisi II DPRD Ngeluruk Kepala DKPP Sumenep 

“DPRD terutama anggota yang dari Kepulauan Kangean harus proaktif untuk memperjuangkan tuntutan Kapal yang layak dan manusiawi,” lanjutnya.

Dalam orasi yang bergantian, Ingsani salah satu orator aksi menegaskan banyak fakta yang terjadi akibat dari ketidaklayakan Kapal ini, semisal orang sakit yang tidak bisa dilayani di Kangean dan harus dirujuk ke Sumenep daratan, namun meninggal ditengah laut, dan ini perlu penangan serius.

“Orang hamil yang perlu penanganan khusus, dan dibawa ke Sumenep daratan dan naik kapal, kadang mati ibu dan bayinya diatas Kapal,” teriaknya.

Masih menurut Ingsani, dalam pernyataannya, masyarakat hanya didatangi oleh calon anggota DPRD, namun hilang begitu saja kalau sudah terpilih sebagai wakil rakyat.

Padahal warga sangat membutuhkan perjuangannya diparlemen. Sehingga inilah yang membuat masyarakat Kepualaun geram terhadap anggota DPRD yang ada.

“Kami hanya di datangi kalaulah mereka mau nyalon saja, tapi ketika kami (rakyat) butuh, seakan tidak merespon keluh-kesah dari bawah,” pungkasnya. (Hasan/Jie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here