Kapal Bermuatan 5000 Ton Beras Import Sandar di Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi

Kapal Bermuatan 5000 Ton Beras Import Sandar di Pelabuhan Tanjungwangi Banyuwangi

BANYUWANGI, Rabu (14/3/2018) suaraindonesia-news.com – Sedikitnya 5000 ton beras impor dari Thailand yang diangkut dengan transportasi kapal laut bernama MV Pegasus berbendera Panama, tiba di Indonesia dan beraktifitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin pagi (12/3/2018).

Rencana, ribuan ton beras import itu akan disimpan dalam lima gudang Bulog Sub Divre wilayah Banyuwangi.

Kapal MV Pegasus, telah melakukan kegiatan bongkar muat di dermaga milik PT Pelindo III Cabang Banyuwangi. Dan rencana Kapal tersebut beraktivitas bongkar muat hingga lima hari kedepan.

Beras Import Vietnam Jatah Indonesia Timur
Bulog Banyuwangi Peringkat 2 Nasional Penyedia Beras Terbaik. “Kapal sandar pada hari Minggu. Berangkat dari pelabuhan Ho Chi Minh City, Vietnam, tapi yang diangkut beras dari Thailand,” ujar Adi Nurcahya, Manager SDM, Umum dan Kesisteman kepada wartawan.

Menurut Adi, sebelum bongkar muat, kapal tersebut telah diperiksa oleh kantor Kepabeanan Banyuwangi, Karantina Tanaman dan Pangan Wilayah Jawa Timur di Banyuwangi dan PT Pelindo III Banyuwangi. Pemeriksaan sekitar surat-surat dan pengambilan sampel beras impor tersebut sudah dilakukan.

Baca Juga: Kuasa Hukum FOS Pertanyakan Dasar Hukum Penghitungan Daluwarsa Penyidik Polda NTT 

“Beras ini nanti akan dikirimkan di gudang-gudang milik Bulog Banyuwangi. Kabarnya juga akan didistribusikan ke wilayah Indonesia Timur,” tambahnya.

Hingga saat ini, kata Adi, di program impor beras ini, ada dua kapal yang sudah mengirimkan beras dari luar negeri ke Pelabuhan Pelindo III Tanjungwangi Banyuwangi. Sebelumnya beras impor Dari Vietnam tiba di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi sebanyak 20 ribu ton, Kamis (22/2) lalu.

Beras impor yang diangkut oleh MV. Vinaship Diamond ini, merupakan alokasi pengiriman beras impor di Wilayah Jawa Timur sebesar 150.000 Ton. “Di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya sebanyak 130.000 Ton dan Pelabuhan Tanjung Wangi sebanyak 20.000 Ton,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi, Arif Setiawan memastikan kedatangan beras Vietnam di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi Jawa Timur tidak mengganggu stabilitas beras lokal. Karena beras import sifatnya hanya transit saja dan kembali akan dikirim ke wilayah Indonesia Bagian Timur lewat jalur laut.

Tampak truk sedang antri menunggu muatan beras impor dari kapal berbendera panama
Yang akan di baea ke gdang bilok yang ada di rogojampi,ucap salah seorang sopir truk,

“Tidak berpengaruh, karena beras lokal Banyuwangi sudah surplus. Ada 300 ribu ton stok beras di Banyuwangi. Sedang beras import dari Vietnam hanya transit dan akan dikirim ke wilayah Indonesia Timur,” kata Kepala Dinas Pertanian.

Reporter : Harto
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here